DUNIA

Senator AS: Tindakan Teror Bukan Ajaran Islam

"Saya tahu aksi itu sesungguhnya hanya dilakukan kelompok tertentu."
Rabu, 24 April 2013
Oleh : Antique, Santi Dewi
Polisi AS di Kota Boston bereaksi setelah insiden ledakan bom.
VIVAnews - Senator Amerika Serikat dari negara bagian Missouri, Christopher S. Kit Bond mengaku  ingin berdialog dengan kaum muslim moderat Indonesia, khususnya warga Nahdatul Ulama. 

Pria yang empat kali berturut-turut menjabat sebagai senator ini, saat ditemui VIVAnews di PBNU, Jakarta, Selasa 23 April 2013, mengungkapkan kekhawatirannya akan timbul kecurigaan kembali terhadap kaum muslim seperti yang terjadi pada peristiwa 11 September 2001 lalu, akibat tragedi bom Boston yang meledak minggu lalu.

"Saya tahu aksi itu sesungguhnya hanya dilakukan oleh kelompok tertentu yang mengatasnamakan agama untuk membenarkan aksi mereka," ujar pria yang mulai menjabat sebagai senator sejak tahun 1985 itu.

Sebab itu, Bond terus melakukan berbagai cara untuk memberikan pemahaman kepada warga AS, bahwa tindakan menebar teror bukan merupakan bagian dari ajaran Islam. "Saya merasa, memiliki kewajiban untuk meningkatkan pemahaman warga AS lainnya terhadap Islam," kata dia. 

Bond menyebut banyak warga AS yang menolak sikap diskriminasi terhadap kaum muslim di sana. Hal itu ditunjukkan dengan bersikap hati-hati menyikapi peristiwa bom Boston yang meledak dan menewaskan tiga orang. 

Ketika ditanya mengenai pembatasan yang diberikan kepada warga asing yang akan berkunjung ke AS usai peristiwa bom Boston, Bond menyebut pemerintah tidak akan melakukan hal itu. Namun, pemerintah akan melakukan penelusuran latar belakang terhadap mereka yang memiliki kecenderungan untuk melakukan aksi teror.

Dia kemudian mengaitkan dengan kasus dua bersaudara Tsarnaev yang telah masuk radar pengawasan FBI sejak tahun 2011 lalu.

"Padahal mereka telah lama dicurigai FBI memiliki kaitan dengan tindakan terorisme. Itu bisa dilihat dari beberapa video jihad yang dipajang di akun YouTube miliknya," ujar Bond yang menyayangkan sikap FBI melepas Tamerlan Tsarnaev walau sudah ada indikasi ke arah tindak radikalisme.

Bond juga menyebut peristiwa bom Boston tidak akan memengaruhi perdebatan mengenai reformasi UU Imigrasi yang saat ini tengah menjadi isu hangat di Kongres AS. "Peristiwa bom Boston sama sekali tidak terkait dengan kebijakan imigrasi yang saat ini tengah diperdebatkan di Kongres," kata Bond.

Ia juga meminta warga NU untuk terus menyuarakan Islam sebagai agama yang diciptakan demi perdamaian dan bukan motivasi untuk menebar teror. (umi)
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found