DUNIA

Aksi Telanjang Dada, Wanita Tunisia Diancam Rajam

Orangtuanya sampai harus memasukkannya ke rumah sakit jiwa.

ddd
Rabu, 24 April 2013, 13:32
Amina, 19, aktivis telanjang dada di Tunisia
Amina, 19, aktivis telanjang dada di Tunisia (Facebook)

VIVAnews - Kepala Komisi Promosi Tindak Kebaikan dan Pencegahan Kejahatan Tunisia, Alami Adel, menyerukan agar salah satu aktivis organisasi feminis, Femen, Amina, 19, dirajam hingga mati. Pernyataan ini dikeluarkan Adel usai foto telanjang dada milik Amina beredar di dunia maya.

Dilansir laman Policymic, Adel mengatakan apa yang dilakukan Amina telah melanggar hukum agama.

"Berdasarkan hukum agama, dia layak mendapat 80 hingga 100 cambukan. Tapi apa yang telah dia lakukan lebih buruk dari itu. Maka dia layak dirajam hingga mati dan harus dikarantina karena aksinya itu akan mewabah," ujar Adel.

Dalam foto yang dipajang di akun media sosial Facebook miliknya, Amina terlihat sedang merokok dan membaca buku dengan hanya mengenakan celana jeans, telanjang dada. Di dada Amina tertulis kalimat yang sangat provokatif: "tubuhku adalah miliki ku dan bukan atas kehendak seseorang".

Menurut beberapa pemuka agama di Tunisia, aksi yang dilakukan Amina itu dikhawatirkan dapat memicu kemarahan kelompok radikal. Hal itu juga dapat memperkeruh benturan budaya antara Barat dengan Islam di negara tersebut.

Orang tua Amina bahkan sampai harus memasukkan dia ke rumah sakit jiwa untuk mengobati dan melindungi Amina dari serangan kelompok radikal.

Namun dalam sebuah wawancara dengan salah satu anggota Femen, Amina mengatakan masih akan melakukan protes lainnya setelah memajang foto seronoknya itu di Facebook. Setelah itu, dia akan meninggalkan Tunisia.

"Aku tidak ingin meninggalkan Tunisia sebelum melakukan tindak protes telanjang lagi," ujar Amina dalam sebuah video wawancara yang dilansir laman Albawaba.

Didukung Femen

Rencana itu didukung penuh oleh Femen. Pada awal April lalu, Femen menyerukan para wanita untuk melakukan aksi telanjang dada sambil berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Tunisia di seluruh dunia untuk mendukung Amina.

Unjuk rasa dilakukan di beberapa ibu kota di Eropa tetapi ajakan serupa tidak direspon oleh para wanita di negara-negara Timur Tengah.

FEMEN merupakan sebuah gerakan aktivis feminis yang berbasis di Ukraina. Mereka berkampanye dengan cara yang tidak biasa yaitu dengan bertelanjang dada untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap isu wanita di seluruh Eropa dan Timur Tengah.

Aksi mereka kebanyakan tidak membuahkan hasil. Dalam kolom komentar pembaca di salah satu artikel CNN, para penonton aksi Femen mengaku lebih tertarik melihat buah dada ketimbang pesan yang tertulis di tubuh mereka.

"Tidak ada yang melihat pesan mereka. Publik dengan senang hari melihat hiburan gratis macam ini daripada harus bayar untuk masuk ke klub mesum!" kata seorang pembaca dengan nama akun yhtj_ynwa.

Amina bukan wanita Timur Tengah pertama yang menggunakan tubuhnya sebagai alat untuk berkampanye. Wanita bernama Alia al-Mahdi pernah mengadakan protes serupa di depan Kedutaan Mesir di Swedia. Dalam keadaan telanjang, al-Mahdi memprotes rancangan konstitusi Mesir. (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
ntriandana
24/04/2013
kapan ada perwakilan femen di indonesia,lumayan deh nonton demonya :)
Balas   • Laporkan
audiotherapy
24/04/2013
WAH KELEWATAN TUH.....
Balas   • Laporkan
ranisyahbudiman
24/04/2013
wanita dan pria adalah setara di mata sang pencipta.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com