DUNIA

Bomber Boston Belajar Bikin Bom dari Majalah Al -Qaeda

Pelaku belajar membuat bom panci presto dari situs milik Al-Qaeda.

ddd
Kamis, 25 April 2013, 08:30
Tamerlan Tsarnaev dan Dzhokhar Tsarnaev, pelaku pengeboman Boston
Tamerlan Tsarnaev dan Dzhokhar Tsarnaev, pelaku pengeboman Boston (REUTERS/The Sun of Lowell, MA/FBI/Handout )
VIVAnews - Salah satu pelaku bom Boston yang masih hidup, Dzhokhar Tsarnaev (19), mengakui bahwa bersama sang kakak, Tamerlan Tsarnaev, belajar merakit bom panci presto dari majalah berbahasa Inggris milik Al-Qaeda, Inspire.

Dzhokhar juga menyebut Tamerlan merupakan pembaca setia situs-situs jihad dan propaganda ekstrimis, termasuk majalah yang dibuat oleh kelompok Al-Qaeda.

Dailymail menulis bahwa Dzhokar menyampaikan hal itu ketika diminta keterangan oleh penyidik FBI di rumah sakit tempat dia dirawat. Majalah online Inspire dibuat untuk menyebarkan pesan kelompok radikal itu, termasuk instruksi cara membuat alat peledak seperti bom.

Dalam sebuah artikel di musim panas 2010 lalu, Inspire pernah memuat satu artikel berjudul "membuat sebuah bom dengan peralatan dapur panci presto sebagai senjata yang paling ampuh". Artikel lain yang menginspirasi Tamerlan adalah tulisan yang membahas waktu yang tepat untuk meledakkan bom dan menjatuhkan korban jiwa dalam jumlah banyak.

Menurut artikel itu, salah satu waktu yang tepat adalah ketika penyelenggaraan acara olah raga. Dalam artikel itu tertulis "ada beberapa sasaran empuk untuk meletakkan bom seperti arena olah raga yang ramai, penyelenggaraan kegiatan sosial tahunan, pameran internasional berskala besar, tempat keramaian dan gedung tinggi pencakar langit."

Seorang manajer toko yang menjual peralatan kembang api, April Walton, mengatakan Tamerlan pernah membeli dua paket pelontar kembang api yang dapat diisi ulang pada bulan Februari lalu. Namun menurut wakil direktur FBI, William Weimer, bubuk mesiu yang dihasilkan dari paket kembang api itu tidak dapat menghasilkan kekuatan bom yang sama seperti yang meledak hari Senin pekan lalu.

Metode bom panci presto ini sebelumnya pernah digunakan dalam upaya peledakan Times Square di tahun 2010 oleh Faisal Shahzad. Namun bom itu gagal meledak, karena keburu ketahuan oleh salah satu pedagang di sekitar jalanan di Times Square.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id