DUNIA

Survei: Mayoritas Muslim Dunia Ingin Berhukum Syariah

Tapi mereka berbeda pendapat, soal mana yang diterapkan dan tidak.

ddd
Rabu, 1 Mei 2013, 14:18
Pemuda Muslim di Beghazi, Libya, tengah berdoa
Pemuda Muslim di Beghazi, Libya, tengah berdoa (Reuters/Esam Al-Fetori)

VIVAnews - Sebuah survei oleh lembaga Pew Forum di Amerika Serikat menunjukkan, mayoritas umat Muslim dunia memilih berhukum dengan hukum syariah. Namun, mereka berbeda pendapat soal mana yang harus diterapkan, mana yang tidak.

Diberitakan Reuters, Rabu 1 Mei 2013, lebih dari setengah responden di Timur Tengah, Afrika Utara, Asia Selatan dan Tenggara sepakat mengatakan hukum Islam harus diterapkan di pengadilan, terutama untuk perceraian dan sengketa harta.

Lebih setengah dari 38.000 responden di 39 negara, termasuk Indonesia, mengatakan aborsi adalah tindakan tidak bermoral. Sebanyak 80 persen reponden menentang homoseksual dan seks di luar nikah.

Mayoritas Muslim dalam survei Pew Forum on Religion and Public Life ini kebanyakan menolak pengeboman bunuh diri. Namun angka pendukung aksi haram ini cukup banyak pada responden di Palestina (40%), Afganistan (39%), Mesir (29%) dan Bangladesh (26%).

Masyarakat Muslim terpecah soal hukuman syariah, seperti potong tangan untuk pencuri dan rajam bagi pezina. Namun, mayoritas responden di Asia Selatan mendukung penuh.

Mayoritas mereka juga mengatakan bahwa non-Muslim bisa beribadah dengan bebas di negara mereka. Pandangan ini paling banyak datang dari responden Asia Selatan, terdiri dari 97 persen Bangladesh dan 96 persen Pakistan.

Soal politik, demokrasi masih memimpin di beberapa negara Timur Tengah, seperti Irak (54%) dan Mesir (55%), namun hanya 29 persen di Pakistan. Di kebanyakan negara lain, responden lebih memilih politik Islam, seperti di Lebanon (81%), Tunisia (75%) dan Bangladesh (70%).

Kebanyakan responden juga beranggapan bahwa wanita Muslimah harus berhijab. Salah satu yang tertinggi soal ini adalah Tunisia (89%) dan Indonesia (79%). Sementara mayoritas Responden Lebanon dan Malaysia mengatakan bahwa wanita Muslimah harus menaati suami mereka.

Hanya sedikit dari responden yang menganggap konflik Sunni-Syiah adalah masalah serius, di antaranya adalah Lebanon, Pakistan, Irak dan Turki.

Hukum syariah atau hukum Islam merujuk pada Al-Quran dan Hadits. Hukum ini mencakup semua lini kehidupan, mulai dari kebersihan diri hingga kepemimpinan sebuah negara, dari bangun tidur hingga tidur lagi.

Lembaga survei yang berbasis di Washington ini mengatakan, penelitian mereka menunjukkan adanya perbedaan pendapat di antara Muslim soal mana bagian dari syariah yang ingin mereka gunakan.

"Tidak semua Muslim nyaman dengan seluruh aspek syariah. Kebanyakan meyakini bahwa sistem ini tidak harus diterapkan pada non-Muslim," ujar laporan Pew. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
antisrael
14/05/2013
KUHP, UUD45 dan Pancasila sama sekali tidak bisa menjawab permasalahan Bangsa Indonesia, atau malah sebaliknya malah jadi masalah. Penguasa hanya korupsi, hukum karut marut, perpolitikan hanya memecah belah persaudaraan.
Balas   • Laporkan
artstyle | 14/05/2013 | Laporkan
itu karena pejabatnya semua kebanyakan mayoritas islam!!! coba diganti dengan yang mayoritas kristen atau buddha. pasti aman.
asalamina
02/05/2013
lebih baik tidak menerapkan daripada setengah2, ekonomi/hukum/politik semuanya harus diterapkan, karena saling berkaitan satu sama lain. klo cuma ekonomi atau politik saja, saya rasa percuma
Balas   • Laporkan
diaspora
02/05/2013
pemberlakuan syariah, akan menghancurkan sistem kapitalis, pemilik modal pasti tdk rela. oleh karena itu setiap nabi selalu mendapat tentangan dari penguasa dan pengusaha. syariah tdklah sebodoh yg diperdebatkan disini.
Balas   • Laporkan
apa_aja
01/05/2013
bukan ingin apa nggak, karena itu adalah keharusan.
Balas   • Laporkan
profit.izzudin
01/05/2013
Sejarah pemerintahan Islam, justru toleransi terjamin tidak ada pemaksaan tidak ada temmpat ibadah yg dibakar atau dirobohkan (Sholahudin Al Ayubi dan M. Al Fatih contohnya) adanya dakwah bil hikmah.Non Muslim cukup membayar jizyah yg tdk memberatkan.
Balas   • Laporkan
calm | 02/05/2013 | Laporkan
profit: beda pengertiannya jizyah dengan pajak anda ngerti tidak sich sebenernya jizyah apa? belajar lagi sana...emang anda pikir indonesia negara islam ?
profit.izzudin | 02/05/2013 | Laporkan
@calm :coba deh kalo anda gak bayar pajak...Negara akan memerangi anda.kecuali kalo anda penerima JPS lain..
calm | 02/05/2013 | Laporkan
bener kan kalo ga bayar malah di perangi..agama perang..
harsa
01/05/2013
untuk masalah homoseks sebaiknya segera diterapkan hukum syariah... biar bisa diberantas mahluk jenis si elthon jhon dan si irshad manji. SELAMAT KAN INDONESIA DARI LGBT!!!
Balas   • Laporkan
blondot2012
01/05/2013
Mulailah dari diri sendiri, jangan paksakan kpd orang lain.
Balas   • Laporkan
frogman
01/05/2013
?????????
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com