DUNIA

Jet Tempur Israel Kembali Serang Suriah

Israel bersumpah menghentikan pengiriman senjata ke Hizbullah.
Sabtu, 4 Mei 2013
Oleh : Denny Armandhanu
Jet tempur F16 milik Israel

VIVAnews - Jet tempur Israel kembali menggempur wilayah Suriah dari udara. Sebelumnya, Israel juga pernah menyerang Suriah dengan dalih menghancurkan pengiriman senjata oleh Hizbullah.

Diberitakan CNN, Sabtu 4 Mei 2013, laporan ini disampaikan oleh sumber militer di Amerika Serikat. Dia melaporkan data intelijen AS dan negara-negara Barat yang menunjukkan serangan Israel ke Suriah antara rentang waktu Kamis-Jumat pekan ini.

Saat itu, intelijen AS memang mendapati laporan yang menunjukkan bahwa Israel menerbangkan banyak jet tempur ke arah Lebanon. Menurut indikasi awal, AS tidak yakin Israel akan menyerang Suriah.

Tidak ada komentar apapun dari pemerintah Israel. Namun sebuah sumber di Kementerian Pertahanan Israel mengatakan, "Kami akan melakukan apapun untuk menghentikan pengiriman senjata dari Suriah ke organisasi teroris. Kami telah melakukannya di masa lalu dan akan terus melakukannya di masa depan."

Sebelumnya, Israel memang pernah menyerang Suriah. Salah satunya pada Januari lalu yang menghancurkan truk pengiriman senjata dari Suriah menuju Lebanon. Diduga, rezim Bashar al-Assad tengah mempersenjatai sekutu Syiah mereka, Hizbullah.

Pada tahun 2007, Israel juga menyerang wilayah Suriah, tepatnya di wilayah yang diyakini merupakan lokasi reaktor nuklir dekat Sungai Eufrat. Akibat serangan itu, Assad meningkatkan pertahanan udara mereka dengan bantuan Rusia.

Serangan terbaru kali ini dilakukan di tengah kebimbangan Amerika Serikat menyikapi krisis Suriah. Presiden Barack Obama dihadapkan dengan dua pilihan, antara membantu mengirimkan armada tempur atau menyelesaikan krisis ini dengan cara diplomatis.

Cara kedua terus terbentur tembok. Menurut sumber Gedung Putih, AS semula akan memilih membantu para pemberontak Suriah dengan mempersenjatai mereka. Namun, ada kekhawatiran bantuan akan salah sasaran. Bukannya diterima para pemberontak, malah digunakan kelompok militan radikal. (kd)

 

TERKAIT
    TERPOPULER
    File Not Found