DUNIA

Indonesia Protes Pembukaan Kantor OPM di Inggris

Pembukaan kantor OPM bertolak belakang dengan persahabatan RI-Inggris.

ddd
Minggu, 5 Mei 2013, 07:24
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa saat berkunjung ke redaksi VIVAnews
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa saat berkunjung ke redaksi VIVAnews (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri memprotes keras dan menyatakan keberatan atas dibukanya kantor Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Oxford, Inggris pada 28 April lalu. Pemerintah mengaku telah menginstruksikan Duta Besar Indonesia di Inggris, Hamzah Thayeb, untuk menyampaikan hal itu.

Hal ini disampaikan Kemlu RI dalam keterangan pers yang diterima VIVAnews pada Sabtu malam, 4 Mei 2013.

"Atas instruksi kami, Dubes RI di London telah menyampaikan posisi pemerintah tersebut kepada pemerintah Inggris," ujar Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa dalam rilis Kemlu.

Kemlu menyebut langkah yang sama juga akan ditempuh pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. Menurut Marty, pembukaan kantor OPM tidak sesuai dan bertolak belakang dengan hubungan persahabatan yang telah terjalin selama ini antara Inggris dan Indonesia.

Padahal, menurut Marty, pemerintah Inggris selama ini mendukung integritas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di mana di dalamnya termasuk Papua dan Papua Barat. Selain itu, pembukaan kantor OPM juga bertolak belakang dengan pandangan masyarakat internasional yang secara tegas mendukung keutuhan NKRI.

"Perkembangan yang dimaksud sebenarnya lebih mencerminkan keputusan pihak separatis dalam menghadapi kenyataan yang dimaksud," kata pria yang menjabat sebagai menlu sejak 2010 itu.

Dalam menghadapi masalah ini, Marty akan terus mendorong pemerintah Inggris untuk senantiasa konsisten menunjukkan kebijakannya tidak mendukung tindakan separatis. Termasuk di dalamnya tindakan apa pun yang terkait dengan separatisme Papua, sesuai dengan hubungan bilateral di antara kedua negara yang terjalin dengan baik.

Sebelumnya, Duta Besar Inggris di Indonesia, Mark Canning, telah menegaskan bahwa pemerintah Inggris tidak terkait dengan masalah pembukaan kantor OPM di Oxford, Inggris.

Melalui siaran pers yang diterima pada Sabtu sore kemarin, Canning menyebut pandangan Dewan Kota Oxford terlebih visi Benny Wenda, tidak mewakili pandangan pemerintah Inggris.

Canning juga menjelaskan bahwa pemerintah Inggris cukup jelas yaitu menghargai Papua sebagai bagian dari Indonesia dan ingin supaya Papua dapat mencapai kesejahteraan dan perdamaian seperti provinsi lainnya di seluruh Indonesia. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
artstyle
06/05/2013
kalau emang tidak ingin papua memisahkan diri dr NKRI, lakukan pemerataan pembangunan disana. jangan cuma ingin nikmatin kekayaan alamnya saja! kalau emang tdk mau, ya sudah lepas saja, kasihan org papua, selalu tdk diperhatikan.
Balas   • Laporkan
11530230088000002
05/05/2013
ya sudah buka saja pewakilan IRA di Asia, Indonesia..hehe.
Balas   • Laporkan
dulkamid | 05/05/2013 | Laporkan
Ya ya...cocok.. cocok. Sekalian dengan perwakilan Sinn Fein dan minta Gerry Adams jadi dubes Irlandia Utara di Jakarta.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com