DUNIA

Tingkatkan Layanan Kesehatan, RI Perlu Belajar dari Kuba

Kuba sanggup mengirim 30.000 tenaga medis ke seluruh dunia.

ddd
Jum'at, 24 Mei 2013, 14:32
Menlu RI Marty Natalegawa di Konferensi Tingkat Menteri Komunitas Demokrasi ke-7 (VII Community of Democracies) di Ulaanbataar, Mongolia.
Menlu RI Marty Natalegawa di Konferensi Tingkat Menteri Komunitas Demokrasi ke-7 (VII Community of Democracies) di Ulaanbataar, Mongolia. (Dok. Kementerian Luar Negeri RI)

VIVAnews - Pemerintah Indonesia akan belajar banyak dari Kuba untuk memperbaiki sistem kesehatan layanan. Indonesia sudah memulai langkah itu dengan mengirimkan tiga orang WNI untuk mendalami pendidikan di bidang kesehatan di Kuba selama enam tahun.

Demikian kata Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, usai menerima kunjungan Menlu Kuba, Bruno Rodriguez Parilla. Kunjungan berlangsung di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta, Jumat 24 Mei 2013.

"Negara sebesar Kuba sanggup mengirim 30.000 tenaga medis ke seluruh dunia dan berkontribusi di bidang kesehatan," ujar Marty kepada para wartawan.

Oleh sebab itu, Marty merasa perlu bertukar pandangan lebih banyak saat mengadakan pertemuan bilateral dengan Bruno. Dalam kesempatan tersebut, Marty juga mengatakan, RI akan bekerja sama dengan Kuba dalam bioteknologi, hipnoterapi, produksi obat generik, vaksin untuk penyakit diabetes, dan layanan kesehatan.

"Namun, kami menekankan adanya kerja sama di bidang produksi vaksin dulu," imbuh Marty.

Kuba memang dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki layanan kesehatan yang sangat memperhatikan warganya. Dalam sistem kesehatan yang diterapkan di Kuba, mereka menggunakan konsep dokter keluarga.

Tiap dokter melayani kira-kira satu RT yang terdiri atas 100-150 keluarga. Dari hasil kunjungan delegasi Indonesia ke Kuba pada Juni 2004, menemukan Kemkes Kuba membentuk sebuah satuan tugas dokter keluarga yang terdiri atas tiga dokter, masing-masing menangani penyakit dalam, spesialis kebidanan dan kandungan serta satu pekerja sosial.

Bahkan, semua peralatan medis modern seperti alat EKG untuk memeriksa jantung, reagen tes alergi yang di Indonesia bisa mencapai jutaan rupiah. Di Kuba, semua itu diberikan gratis kepada warganya.

Selain itu, 85 persen peralatan medis yang berada di Kuba merupakan buatan sendiri untuk menghemat devisa mereka. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id