DUNIA

Hacker China Bobol Data Sistem Senjata AS

Dengan data-data ini, China bisa menghemat waktu 25 tahun untuk riset.
Rabu, 29 Mei 2013
Oleh : Denny Armandhanu
Sistem data Black Hawk, salah satu yang dibobol hacker China.
VIVAnews - Hacker China dilaporkan berhasil membobol data-data sistem persenjataan dan pertahanan penting Amerika Serikat yang sensitif. Dikhawatirkan, data-data tersebut bisa digunakan China di saat berkonflik dengan Amerika.

Diberitakan Telegraph, Selasa 28 Mei 2013, kasus ini dilaporkan Pentagon kepada Dewan Ilmu Pengetahuan Pertahanan, sebuah badan penasihat pertahanan AS. Menurut laporan Pentagon, lebih dari 24 data sistem persenjataan AS berhasil dimasuki. Semuanya adalah senjata andalan AS saat perang.

Di antara data senjata yang berhasil diperoleh adalah sistem rudal patriot atau PAC-3, jet tempur F/A-18, helikopter Black Hawk dan V-22 Osprey yang mampu melakukan  penerbangan dan pendaratan vertikal.

Tidak disebutkan kapan peretasan dilakukan. Walaupun dalam laporan itu tidak dikatakan bahwa China yang melakukannya, namun sebuah sumber militer AS mengatakan bahwa para hacket terlacak berada di Beijing.

Kepada Washington Post, dia mengatakan pembobolan ini upaya China dalam memata-matai kontraktor pertahanan dan lembaga pemerintahan Amerika Serikat. Seluruh informasi tersebut bisa digunakan China untuk mempercepat pengembangan sistem persenjataan mereka.

Ujungnya, data persenjataan AS yang dicuri China bisa digunakan saat berperang dengan Paman Sam. "Ini berarti kemajuan perangkat tempur miliaran dolar bagi China. Mereka bisa menghemat waktu 25 tahun untuk riset dan pengembangan. Ini gila," kata sumber.

Pemerintah China membantah tuduhan tersebut. Mereka mengatakan, tuduhan itu tidak berdasar. Rencananya, masalah keamanan siber ini akan dibahas dalam pertemuan antara Presiden Obama dan Perdana Menteri China Xi Jinping pekan depan. (umi)
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found