DUNIA

Peserta Nikah Massal di India Wajib Tes Keperawanan

Ratusan wanita akan mengikuti pernikahan massal yang dibiayai negara.

ddd
Selasa, 11 Juni 2013, 14:22
Pernikahan massal di India. [Foto ilustrasi]
Pernikahan massal di India. [Foto ilustrasi] (REUTERS/ Parivartan Sharma)
VIVAnews - Sebanyak 450 wanita di India diwajibkan menjalani tes keperawanan sebelum melakukan ritual pernikahan massal yang dibiayai pemerintah. Pernikahan massal itu digelar di Distrik Betul dan dibiayai oleh pemerintah negara bagian Madhya Pradesh.

Laman Times of India, Senin 10 Juni 2013 mengatakan bahwa ritual pernikahan yang disebut Mukhyamantri Kanyadan Yojna itu sengaja dibiayai pemerintah untuk menolong banyak perempuan yang berasal dari keluarga miskin agar dapat menikah.

Selain menikah gratis, para mempelai juga mendapatkan hadiah dari pemerintah berupa barang-barang senilai 9.000 Rupee atau Rp1,6 juta.

Namun, ada satu syarat yang harus dipenuhi oleh para pengantin wanita sebelum mengikuti pernikahan massal ini. Para calon mempelai wanita ini harus menjalani tes keperawanan, beberapa menit sebelum pernikahan digelar.

Apabila mereka menolak, maka mereka tidak dianggap layak untuk mengikuti prosesi pernikahan massal tersebut.

Seorang pekerja pada tes ini, Durga Malviva, mengatakan bahwa uji keperawanan perlu dilakukan untuk mencegah kecurangan. Mereka khawatir pernikahan massal banyak diikuti oleh orang yang sudah menikah atau hamil hanya untuk mengambil hadiahnya.

Sejauh ini, pemerintah daerah sudah menangkap basah sembilan wanita yang tengah hamil dan ikut prosesi nikah massal tersebut.

Aturan itu tak pelak membuat geram Komisi Nasional Wanita India. Di mata Ketua organisasi tersebut, Girija Vyas, tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Madhya Pradesh benar-benar memalukan. "Aturan ini sungguh keterlaluan dan tidak dapat ditoleransi oleh akal sehat banyak orang," tegas Vyas.

Komisi itu berniat memanggil perwakilan dari Madhya Pradesh untuk memberikan penjelasan. Namun, pemerintah Madhya Pradesh membantah adanya tes keperawanan sebelum pernikahan massal. Pemerintah mengatakan saat ini tengah menyelidiki tuduhan tersebut.

Ini bukan merupakan kali pertama tes keperawanan terkuak ke media. Tahun 2009, lebih dari 150 wanita dilaporkan harus mengantre untuk tes keperawanan dan diberikan tanda jika terbukti masih perawan.


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
awan.stio
15/06/2013
enak tuh yang bagian ngetes
Balas   • Laporkan
roomxl
11/06/2013
tuk lakinya tesnya lebih mudah lagi :) apalagi yg belum pernah. No 33 pasangannya sapa ya? pastinya masih JOKO :D
Balas   • Laporkan
sodom
11/06/2013
Penting juga karena kehilangan keperawanan bukan sekedar permasalahan bilogis faali saja tapi juga berkaitan dengan nilai moral, konsep diri, self esteem, trust, dan kesehatan emosional dan berbagai perilaku menyimpang dikemudian hari.
Balas   • Laporkan
roomxl | 11/06/2013 | Laporkan
Liat namanya "SODOM" kejadian di sodom sih mayoritas gg, insss, less, mdfkk saat itu biasa aja... yg heboh bencana dan minoritas rohaniawan :D. searang marak lagi n minor lagi kayak-nya
indoforum.org
11/06/2013
ngetes nya ya dgn dilihat, di raba trus dicoba
Balas   • Laporkan
laifar
11/06/2013
tes keperawanan tuh seperti apa memangnya?
Balas   • Laporkan
anakbaik | 11/06/2013 | Laporkan
di encuss dulu, klo masih seret brati masih perawann..


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com