DUNIA

Para Ulama Timur Tengah Serukan Jihad ke Suriah

Keterlibatan Hizbullah mempertegas konflik Sunni-Syiah di Suriah.

ddd
Jum'at, 14 Juni 2013, 11:23
Para pejuang Suriah di Ain Tarma, Damaskus
Para pejuang Suriah di Ain Tarma, Damaskus ( REUTERS/Goran Tomasevic)

VIVAnews - Ulama Timur Tengah sepakat menyerukan jihad mendukung pejuang Suriah menghancurkan rezim Bashar al-Assad. Seruan ini disampaikan menyusul bantuan Hizbullah terhadap rezim Assad di Qusair dan beberapa kota lainnya.

Diberitakan Al-Arabiya, para ulama yang berkumpul di Kairo, Mesir, Kamis kemarin telah mencapai mufakat untuk mengutuk kekerasan di Suriah oleh Assad. Kepada seluruh umat Muslim, mereka menyerukan jihad ke Suriah.

Namun, jihad yang dimaksud bukan berarti harus terjun ke medan perang, bertempur bersama. Jihad peperangan hanya boleh dilakukan jika mendapatkan persetujuan atau izin dari pemimpin negara.

"Kita harus melakukan jihad dalam membantu saudara-saudara kita di Suriah, dengan mengirimkan mereka uang atau senjata, dan memberikan seluruh bantuan yang diperlukan untuk membantu rakyat Suriah dari kekejaman rezim sektarian ini," ujar pernyataan para ulama.

Keterlibatan Hizbullah yang dibekingi Iran semakin mempertegas konflik sektarian Sunni-Syiah di Suriah. Assad sendiri berasal dari suku Syiah Alawi. Konflik sektarian semakin memanas ketika banyak militan Suni dari Arab, dan Syiah dari Irak, berdatangan ke Suriah.

PBB mencatat, korban tewas dalam konflik berdarah selama lebih dari dua tahun di Suriah telah mencapai 93.000 orang, banyak wanita dan anak-anak.

"Agresi terang-terangan dari rezim Iran, Hizbullah dan sekutu sektarian mereka di Suriah merupakan deklarasi perang terhadap Islam dan umat Muslim," tulis pernyataan para ulama lagi.

Partai Setan

Mufti Besar Arab Saudi Abdulaziz al-Shaikh menuntut pemerintah Lebanon menindak tegas Hizbullah atas peran mereka di Suriah. Hal senada disampaikan oleh ulama besar asal Qatar, Yusuf al-Qaradawi.

Sebelumnya, Qaradawi dikenal adalah pendukung Hizbullah dan menentang pada ulama Saudi yang mengecam mereka. Namun belakangan, Qaradawi berubah sikap mengutuk Hizbullah dan Iran di Timur Tengah. Dia bahkan menyebut Hizbullah sebagai "Partai Setan".

"Pemimpin partai setan itu memerangi Sunni. Sekarang kita tahu apa yang diinginkan oleh Iran. Mereka ingin membantai kita. Bagaimana mungkin 100 juta Syiah di dunia mengalahkan 1,7 miliar Sunni?" kata Qaradawi.

"Saya pernah membela Nasrallah (pemimpin Hizbullah) dan partainya, partai tirani, di depan para ulama Arab Saudi. Tapi ternyata ulama Arab Saudi jauh lebih berilmu dibanding saya," ujarnya lagi.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
artstyle
14/06/2013
ayo FPI!!! jangan mau kalah....kalian harus jihad disana, biar masuk surga!!....
Balas   • Laporkan
wewew
14/06/2013
ada saatnya kita akan kembali ke masa lalu dmn kebencian & kedengkian menjadi panglima mematahkan semangat memaknai sholat dlm kehidupan ini...
Balas   • Laporkan
maverik
14/06/2013
suriah sarat dengan kepetingan politik, dulu suriah damai aja kok sebelum ada campur tangan barat yang mendukung pemberontak...
Balas   • Laporkan
indoforum.org
14/06/2013
saya juga mendukung sepenuhnya FPI dan Laskar Jihad di Indonesia untuk Jihad ke Suriah. MERDEKA .. !!!
Balas   • Laporkan
romeo1
14/06/2013
Tipikal orang Timteng mmg suka kekerasan, apalagi pemahaman terhadap Islam hanya di pahami secara syariat yg tidak di barengi terhadap pemahaman & pengkajian terhadap inti ajaran Islam itu sendiri.
Balas   • Laporkan
bahasyir
14/06/2013
jihad melawan Assad sama saja membantu amerika, israel, uni eropa, al qaeda, dll. Amerika gebuk Assad pakai tangan saudara-saudara muslimnya. Luar biasa. Monggo, yang mau jihad, dipersilahken. HTI sudah di medan laga lho..
Balas   • Laporkan
tikiaja
14/06/2013
negara barat tertawa... islam terpecah belah... ya semoga cepat damai tanpa campur tangan asing
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id