DUNIA

AS Taruh Harapan Besar Pada Presiden Baru Iran

Gedung Putih siap diskusi langsung dengan Iran soal nuklir.
Minggu, 16 Juni 2013
Oleh : Denny Armandhanu
Presiden baru Iran, Hassan Rohani (kiri bersurban putih)
VIVAnews - Amerika Serikat mengucapkan selamat atas suksesnya pemilihan presiden di Iran yang memenangkan Hassan Rohani. Pemerintahan Obama menaruh harapan besar pada Rohani untuk mewujudkan demokrasi di Iran.

Diberitakan Reuters, pemerintah AS dalam pernyataannya Sabtu waktu setempat mendesak pemerintah Iran untuk memenuhi aspirasi rakyatnya setelah pemilu ini. Dalam penghitungan suara, Rohani berjaya dengan memperoleh lebih dari 50 persen dukungan.

"Kami menghargai pemilihan rakyat Iran dan memberikan selamat untuk partisipasi mereka dalam proses politik, serta keberanian mereka untuk membuat suara mereka didengar," kata pernyataan di Gedung Putih.

Rohani adalah satu dari enam kandidat presiden Iran yang terkenal moderat dan liberal. Dia diharapkan bisa mengubah citra Iran yang kaku dan keras pada komunitas internasional menjadi lebih lunak dan manusiawi.

AS berharap, dia bisa membawa kebebasan dan demokrasi di Iran pasca kepemimpinan Ahmadinejad yang represif selama delapan tahun. AS mengatakan, dalam beberapa bulan ke depan Rohani akan diuji apakah dia bisa memenuhi janji kampanyenya selama ini.

"Harapan kami adalah agar pemerintah Iran bisa memenuhi aspirasi rakyatnya dan membuat pilihan yang bertanggungjawab dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi rakyat Iran," kata pernyataan AS.

Selain itu, terpilihnya Rohani yang moderat juga memungkinkan AS untuk kembali membujuk Iran menghentikan program nuklirnya. Gedung Putih mengatakan bahwa AS siap berdiskusi dengan Iran secara langsung demi mencapai solusi diplomatis soal isu nuklir.

Terlebih, Rohani pernah menjabat sebagai negosiator nuklir antara Iran dan komunitas internasional pada 2003-2005 pada kepemimpinan Presiden Mohammad Khatami. Dalam jabatannya, dia berhasil mendapatkan restu internasional setelah setuju menghentikan pengayaan uranium dan bekerja sama dengan pengawas nuklir internasional.

Namun, saat kepemimpinan Ahmadinejad, hubungan Iran dan komunitas internasional tegang. Ahmadinejad secara agresif meningkatkan pengayaan uranium. Akhirnya, PBB dan beberapa negara menerapkan sanksi dan embargo terhadap Iran.
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found