DUNIA

Demo Besar Ikhwanul Muslimin di Mesir, 26 Orang Tewas

Korban tewas ditembus peluru, tentara bantah pakai peluru tajam.
Sabtu, 6 Juli 2013
Oleh : Denny Armandhanu
Massa pro dan anti Mursi bentrok di Lapangan Tahrir, Kairo, Mesir
VIVAnews - Sedikitnya, 26 orang tewas di seluruh Mesir saat demonstrasi besar Ikhwanul Muslimin bentrok dengan massa anti Mohammed Mursi dan tentara. Massa menafikan kudeta militer dan menuntut Mursi kembali ke tampuk kekuasaan.

Dikutip dari laman BBC, Sabtu 6 Juli 2013, sebanyak 11 orang tewas di Alexandria dan tiga di Kairo, serta banyak korban lainnya tewas di berbagai wilayah Mesir. Kepala unit darurat di Alexandria, Amr Nasr, mengatakan bahwa kebanyakan korban tewas akibat tertembus peluru.

Nasr kepada kantor berita Mena mengatakan bahwa setidaknya 200 orang terluka dalam bentrokan di kota terbesar kedua Mesir itu.

Menurut BBC, situasi di Mesir memanas setelah massa bergerak ke markas Garda Republik, Kairo, tempat Mursi diduga ditahan. Tentara dilaporkan menembaki demonstran, tiga orang tewas. Wartawan BBC terluka kepalanya akibat terserempet peluru.

Massa Ikhwanul Muslimin sebelumnya merangsek melalui Jembatan 6 Oktober yang melintasi Sungai Nil, menuju Lapangan Tahrir, tempat massa anti Mursi berkumpul. Kedua kubu lantas saling serang, dengan kembang api dan batu. sebuah mobil dibakar.

Jumat tengah malam, akhirnya sebuah tank militer datang ke lokasi dan memisahkan kedua kubu. Situasi sempat stabil di Kairo.

Dua orang polisi dilaporkan tewas ditembak orang tidak dikenal di Kota Sinai, El-Arish, di depan gedung pemerintah. Sebelumnya pagi kemarin, orang tidak dikenal juga menyerang militer yang menjaga bandara El-Arish. Pos Polisi di dekat kota Rafah, dekat perbatasan Gaza juga diserang.

Di Qina, wilayah selatan Mesir, tentara menembaki para aktivis pro-Mursi yang menyerbu gedung keamanan, dua orang terluka. Tembakan juga dilepaskan tentara di Kota Ismailiya.

Al-Arabiya menuliskan, militer mengaku tidak menggunakan senjata tajam dalam membendung massa. Namun, tiga korban di Kairo ditemukan tewas dengan luka tembak, salah satunya menembus kepala.

Massa berkumpul usai shalat Jumat kemarin di mesjid dekat Lapangan Tahrir. Pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur. "Kita akan tetap ada di sini sampai kita berhasil menempatkan Mursi kembali berkuasa," kata dia.

Sementara itu, pemerintahan Mesir yang baru pimpinan Adly Mahmud Mansour terus membredel sisa-sisa kekuasaan Mursi. Sekitar 300 orang tokoh Ikhwanul Muslimin masuk daftar tangkap militer. Para petinggi IM dilaporkan telah ditahan.

Kemarin, Mansour membubarkan majelis tinggi atau Dewan Syuro, yang didominasi pendukung Mursi. Dewan Syuro adalah satu-satunya badan legislatif setelah Mursi membubarkan majelis rendah tahun lalu. Mansour juga menempatkan orangnya sebagai ketua intelijen yang baru, yaitu Mohamed Ahmed Farid. (asp)
TERKAIT
    TERPOPULER
    File Not Found