DUNIA

Ikhwanul Muslimin: Mesir Kini Seperti Era Mubarak

Selama delapan dekade, IM jadi sasaran pemberangusan pemerintah.
Selasa, 9 Juli 2013
Oleh : Denny Armandhanu
Mohamed Mursi saat dikawal pasukan kepresidenan Mesir

VIVAnews - Ikhwanul Muslimin butuh waktu lebih dari 80 tahun hingga akhirnya bisa berkuasa di Mesir. Namun baru setahun berkuasa, Mohammed Mursi dari partai bentukan Ikhwanul Muslimin digulingkan militer dari kursi kepresidenan.

Saat ini, pemerintahan baru pimpinan Adly Mansour yang dibekingi militer memberangus Ikhwanul Muslimin dan menangkapi para petingginya. Tercatat, ada 300 anggota Ikhwanul Muslimin yang masuk daftar tangkap militer.

Sementara itu, lebih dari 50 anggota Ikhwanul Muslimin meregang nyawa diberondong peluru oleh militer saat berdemo menentang penggulingan Mursi. Ikhwanul Muslimin sejak dulu memang sudah jadi anak tiri, diberangus sejak pemerintahan Gamal Abdel Nasser di tahun 50an hingga Hosni Mubarak di tahun 2000an.

Namun, seorang pejabat Ikhwanul Muslimin mengatakan, upaya pemberantasan Ikhwanul Muslimin kali ini lebih parah. "Ini bahkan lebih parah bagi kami dibandingkan saat berada di bawah kepemimpinan Mubarak," kata Amr Darrag, dilansir The Independent pekan lalu.

Hal yang sama sempat disampaikan Mohamed Badie, ketua Ikhwanul Muslimin Mesir, hari Minggu lalu. Pemerintahan Mansour menangkapi para petinggi Ikhwanul Muslimin, persis seperti yang dilakukan Mubarak beberapa tahun lalu.

"Rezim tidak sah yang berdiri melalui kudeta terus melakukan kampanye keamanan yang digunakan pada rezim Mubarak, dengan menangkap Al-Shater, wakil ketua IM, Sheikh Hazem Salah Abu-Ismail, anggota parlemen Mohamed Al-Omda, dan juga mantan ketua parlemen Dr. Mohamed Saad Katatni dan Dr. Rashad Bayoumi, wakil ketua Ikhwanul Muslimin," kata Badie dalam pernyataannya, dilansir dari Ikhwanweb.com, situs resmi Ikhwanul Muslimin.

Sejak didirikan 83 tahun lalu oleh Hassan Al-Banna di kota Ismailia, Ikhwanul Muslimin kerap ditindas dan dilarang aktivitasnya oleh pemerintahan berkuasa. Ikhwanul Muslimin sendiri mengklaim diri mereka organisasi damai. Namun dalam praktiknya, banyak sempalan Ikhwanul Muslimin yang diduga militan dan berada di balik pembunuhan beberapa tokoh demokrasi Mesir dan pembakaran tempat-tempat maksiat.

Ikhwanul Muslimin juga dituduh berada di balik upaya pembunuhan Presiden Gamal Abdel Nasset tahun 1954. Sejak itu, Nasser memerintahkan pembubaran Ikhwanul Muslimin dan menangkapi serta menghukum ribuan anggotanya. Barulah pada pemerintahan Anwar Sadat tahun 1970, tahanan Ikhwanul Muslimin dibebaskan, namun organisasi ini masih dilarang beroperasi.

Kelompok Jihad Islam yang diduga berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin melakukan pembunuhan terhadap Anwar Sadat pada tahun 1981. Sejak itu dan pada pemerintahan Hosni Mubarak, Ikhwanul Muslimin kembali dilarang. Barulah saat Mubarak terguling pada revolusi tahun 2011 lalu, Ikhwanul Muslimin kembali berjaya. Dengan partainya, Partai Keadilan dan Kebebasan, Mohammed Mursi terpilih menjadi presiden.

Baru setahun menjabat, Mursi kembali digulingkan. Mursi dituduh hendak meng-Ikhwanul Muslimin-kan Mesir. Mursi menempatkan kroninya dari Ikhwanul Muslimin di posisi penting pemerintahan. Namun yang paling mengecewakan masyarakat Mesir adalah Mursi gagal membenahi ekonomi dan lebih fokus berpolitik. (umi)

TERKAIT
    TERPOPULER
    File Not Found