DUNIA

PBB: Jumlah Korban Tewas Konflik Suriah Tembus 100.000 Orang

Sebanyak 5.000 orang tewas terbunuh setiap bulannya di negara ini.

ddd
Jum'at, 26 Juli 2013, 09:19
entara Pembebasan Suriah hendak memakamkan rekan mereka yang tewas
entara Pembebasan Suriah hendak memakamkan rekan mereka yang tewas (REUTERS/Trad al-Zouhouri//Shaam News Network/Handout )

VIVAnews - PBB mencatat jumlah korban di Suriah saat ini sudah menembus angka 100.000 orang, termasuk banyak dari mereka wanita dan anak-anak. Solusi diplomatis belum juga bisa ditemukan, sementara korban terus berjatuhan setiap harinya.

Demikian ungkap Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada Kamis waktu Amerika Serikat. Ban dalam konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan, konflik berdarah ini harus segera dihentikan.

"Lebih dari 100.000 orang terbunuh, jutaan terusir dari rumahnya dan jadi pengungsi di negara tetangga. Kita harus mengakhiri ini. Aksi militer dan kekerasan harus dihentikan oleh kedua pihak, maka sangat mendesak untuk diadakan konferensi damai di Jenewa secepatnya," kata dia, dilansir Al-Arabiya.

Asisten sekjen badan HAM PBB Ivan Simonovic pekan lalu mengatakan, 5.000 orang kehilangan nyawanya setiap bulan di Suriah, menunjukkan semakin memburuknya konflik.

Bantuan AS

Presiden AS Barack Obama sebelumnya telah menyatakan bahwa AS siap memberikan bantuan senjata untuk para pejuang Suriah. Namun rencana ini terjegal di persetujuan Kongres. Saat ini, AS hanya memberikan bantuan kemanusiaan dan militer non-mematikan untuk para pejuang Suriah.

Obama Juni lalu juga menjanjikan untuk meningkatkan bantuan militer mereka untuk Suriah, setelah muncul bukti penggunaan senjata kimia oleh rezim Bashar al-Assad. Tapi bantuan itu belum juga keluar.

Hal yang sama terjadi pada Inggris, Prancis dan negara Eropa lainnya yang menjanjikan bantuan senjata untuk para pejuang. Belum ada keputusan final dari negara-negara tersebut untuk menggelontorkan bantuan mereka.

John Kerry mengatakan, AS kemungkinan tidak akan memberikan bantuan kekuatan militer pada Suriah. AS, ujarnya, lebih mengedepankan solusi diplomatis ketimbang kekuatan.

"Tidak ada solusi militer untuk Suriah, hanya ada solusi politis. Hal ini membutuhkan kepemimpinan untuk membawa kedua kubu ke meja perundingan," kata Kerry. (ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru