DUNIA

Diperkosa Berkali-kali, Perempuan Gorok Pelaku

Pria tersebut diberi obat bius. Pingsan, lalu digorok.

ddd
Senin, 29 Juli 2013, 08:15
Ilustrasi
Ilustrasi (VIVAnews/ Faddy Ravydera)
VIVAnews - Seorang wanita India bernama Preeti Balmiki menyerahkan diri ke kantor polisi Govind Nagar pada hari Jumat pekan lalu. Dia mengaku telah membunuh seorang dokter dan memotong alat kelaminnya.

Laman Dailymail, Minggu 28 Juli 2013 melansir wanita yang kerap disapa Lata itu mengaku membunuh dokter bernama  Satish Chandra, karena telah menjadi korban aksi pemerkosaan dokter tersebut sejak lama. Chandra, menurut Lata, juga berencana untuk melakukan hal serupa terhadap adik perempuannya.

Lata kemudian menceritakan awal mula dia menjadi korban pemerkosaan kepada Kepala Polisi Govind Nagar, Mohammad Abbas. Kisahnya bermula di tahun 2001 silam, saat Chandra mengunjungi rumahnya untuk merawat adiknya.

Lama kelamaan, Chandra, menjadi dekat dengan sang ayah dan bahkan turut membantu biaya keuangan keluarga Lata. Chandra membiayai semua biaya kuliah Lata dan mempekerjakan di klinik miliknya.

Namun di tahun 2003 silam, Lata mengungkapkan, bahwa Chandra memberikannya obat penenang saat dia demam lalu memperkosanya. Sejak saat itu, Lata mengaku Chandra kerap menyuntiknya dengan obat tersebut dan membuatnya menjadi ketagihan.

Bahkan dia juga kerap dieksploitasi secara seksual oleh Chandra. Melihat gelagat Chandra yang juga akan menyakiti sang adik, Lata kemudian berencana membunuhnya.

"Saya menghubungi dr. Chandra pada tanggal 15 Juli malam untuk bertemu. Namun dia kemudian meralat bertemu tanggal 21 Juli kemarin di sebuah rumah tamu di Kanpur Denhat," kata Lata.

Wanita berusia 25 tahun itu lalu mencampur minuman Chandra dengan obat penenang hingga dia tertidur. Di saat itu lah dia langsung membunuh Chandra dengan menggorok lehernya dan memotong alat kelaminnya.

Potongan alat kelamin itu, kemudian dikirimkan Lata ke rumah istri Chandra, Soni. Alasannya, dia turut kesal terhadap sang istri yang malah ikut mengejarnya karena dianggap telah mencampuri rumah tangga orang lain.

Menurut Kepala Polisi Kanpur, Yashasvi Yadav, tindakan yang dilakukan Lata memang mengerikan. Namun Yadav mengaku masih akan memeriksa apabila Lata memiliki masalah kejiwaan.

"Kami akan meminta kepada pengadilan agar mempertimbangkan pengobatan medis baginya," kata Yadav. (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
manitou
29/07/2013
hukuman yang sangat layak dan seharusnya ditiru oleh korban perkosaan di indonesia.. bantai pemerkosa!! BRAVO!!
Balas   • Laporkan
fuad.wahab.9
29/07/2013
untung dokternya sudah dibunuh kalo belum bakalan banyak korban yag diperkosa
Balas   • Laporkan
gorilazzz
29/07/2013
Yang Setuju dengan perbuatan ini korban sama2 sakit jiwa.. wakakakaaa... Masa pembunuh di dukung? Kalo ane, mendingan di siksa aja deh tuh dokter. Atau di kebiri aja.. Kan pas dia bangun dari sadarnya, jd betina deh.. wkwkkww
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com