DUNIA

Suriah Jadi Magnet Bagi Ratusan Mujahidin Barat

Setidaknya 6000 mujahidin masuk ke sana.

ddd
Selasa, 30 Juli 2013, 06:37
ic Harroun, mantan tentara AS yang membantu pejuang Suriah
ic Harroun, mantan tentara AS yang membantu pejuang Suriah (Facebook)
VIVAnews - Konflik di Suriah yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun membuat resah umat Muslim di seluruh dunia. Tidak heran, Suriah kini telah menjadi magnet bagi ribuan mujahidin, termasuk di antaranya ratusan dari Barat.

New York Times, Senin 29 Juli 2013, memberitakan bahwa saat ini ada sekitar 6.000 mujahidin asing yang turun ke Suriah. Data yang dikumpulkan oleh badan intelijen negara-negara Barat ini juga menunjukkan, 140-600 di antaranya berasal dari Barat.

Rincian lebih jelas sulit untuk diperkirakan. Namun, perkiraan kasar ada sekitar 140 warga Prancis, 100 Inggris, 75 Spanyol, 60 Jerman, dan beberapa dari Kanada dan Australia. Mujahid Barat ini juga datang dari Amerika Serikat, Austria, Denmark, Finlandia, Irlandia, Italia, Norwegia, Swedia dan Belanda, berdasarkan studi April lalu oleh International Center for the Study of Radicalization di London.

Jumlah ini bahkan lebih banyak ketimbang mujahidin Barat yang turun ke Irak, Afganistan, Somalia atau Yaman. Menurut laporan intelijen, motivasi mereka datang ke Suriah adalah untuk membantu rakyat negara itu untuk menggulingkan rezim Bashar al-Assad yang kejam.

Salah satunya yang tercatat adalah Nicole Lynn Mansfield, wanita 33 asal Flint, Michigan, Amerika Serikat, yang tewas di provinsi Idlib. Nicole baru masuk Islam lima tahun lalu dan menurut catatan AS tengah bekerja untuk perusahaan Ceko di Suriah.

Dia tewas dalam sebuah mobil bersama dua orang pria. Kantor berita SANA mengatakan, ketiganya ditembaki karena memata-matai pangkalan militer di idlib. Salah satu dari mereka dilaporkan melempari tentara Suriah dengan granat.

Warga AS lainnya yang ke Suriah adalah Eric Harroun, 30. Mantan tentara warga Phoenix ini dijuluki oleh pejuang Suriah sebagai "Orang Amerika" aktif mengumbar kegiatannya di Facebook dan Youtube. Sekembalinya ke AS, Harroun ditahan polisi atas tuduhan tergabung dalam kelompok teroris di Suriah.

Barat Ketar-ketir

Kepergian mereka ke Suriah membuat negara asal mereka ketar-ketir. Eropa dan AS khawatir, para mujahid ini sekembalinya dari Suriah akan membuat ulah atau aksi teror di tanah air. Pasalnya, di Suriah mereka telah dibekali dengan pengetahuan tempur, bahan peledak dan senjata.

"Suriah telah menjadi medan perang utama para mujahidin di seluruh dunia. Ada kekhawatiran dan ancaman bahwa mereka yang ke Suriah menjadi radikal, terlatih dan tergabung dalam pergerakan jihad di Eropa Barat dan Amerika Serikat," kata Matthew G. Olsen, direktur Pusat Pemberantasan Terorisme Nasional Amerika Serikat.

Sejauh ini belum ada laporan soal aksi teror dari para mujahid jebolan Suriah ini. Namun, Menteri Dalam Negeri Prancis sudah mewanti-wanti, menyebut mereka sebagai "bom waktu". Berbagai negara di Eropa juga mulai memperketat perjalanan warganya agar tidak ke Suriah.

Pemerintah Belanda contohnya, sudah meningkatkan ancaman teror menyusul semakin banyaknya warga mereka yang berjihad ke Suriah. Beberapa waktu lalu, Belanda menangkap wanita 19 tahun yang diduga merekrut mujahidin Belanda untuk ke Suriah.


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
darkzz
30/07/2013
sebenarnya di balik peristiwa itu ada latar belakang politik,,blm tahu itu masuk kategori jihad apa bukan.jika jelas2 mereka sudah melarang umat Sunni masuk masjid,nah ini baru gw siapin jiwa&Raga bwt terbang ke Suriah.
Balas   • Laporkan
samasaja | 30/07/2013 | Laporkan
kurang gaul lu, banyakin lagi bacaannya, jgn cuma denger omongan SBY, demokrat, neolib, oreintalis, media amrik-israel, said agil, jeremy tett,,hehehe ..pizzz man...
izakpiter
30/07/2013
percaya atau tidak suatu saat negara2 di timur tengah akan hancur oleh tangan mereka sendiri karena mengatasnamakan agama dan paham yang mereka anut.
Balas   • Laporkan
belakebenaran | 31/07/2013 | Laporkan
NGGAK PERCAYA
meleko.matamu.cuk | 30/07/2013 | Laporkan
masak sih,gak percaya ah,malahan negara yg sekuler,liberal,atheis yg akan dibinasakan lebih dulu
blondot2012
30/07/2013
Wajar klo barat ketar ketir dengan mujahidin mereka yang datang ke Suriah, Indonesia punya pengalaman seperti itu, teroris Indonesia kebanyakan pernah belajar di Afganistan dan Moro Philiphina.
Balas   • Laporkan
thopik87
30/07/2013
Jangan lupa ikuti perkembangan para Mujahidin di Suriah melalui akun facebook "Unlimited Video" dan "Syrian revolutionary video"! Update terbaru berita Suriah melalui video.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com