DUNIA

Snowden Bongkar Lagi Alat Mata-mata AS

Dengan program ini, NSA bisa menyadap aktivitas targetnya di internet.

ddd
Kamis, 1 Agustus 2013, 14:24
Edward Snowden
Edward Snowden (REUTERS/Glenn Greenwald/Laura Poitras/Courtesy of The Guardian/Handout via Reuters)

VIVAnews - Dari persembunyiannya, Edward Snowden masih bisa membuat Amerika Serikat gerah. Kali ini dia mengungkapkan alat Badan Keamanan Nasional (AS) yang mampu menyadap data internet warga dalam skala besar.

Hal ini kembali diungkapkan oleh media Inggris The Guardian yang sejak awal sudah menerima bocoran dari Snowden. Dalam artikelnya, The Guardian mengutip Snowden bahwa NSA memiliki XKeyscore, sebuah program canggih pencarian menyeluruh di internet.

"Saya, tetap di meja saja, bisa menyadap siapapun, mulai dari Anda hingga akuntan Anda, dari hakim federal atau bahkan presiden, jika saya memiliki email pribadi," kata Snowden menggambarkan dahsyatnya alat-alat mata ini pada The Guardian, Rabu 31 Juli 2013.

Menurut Snowden, program ini adalah Intelijen Jaringan Digital (DNI) canggih yang paling luas jangkauannya. Dengan program ini, lanjutnya, NSA dapat melacak apapun aktivitas targetnya di internet, mulai dari riwayat pencarian di mesin pencari, email dan informasi individu target.

Mengaku

Bocoran terbaru ini muncul di tengah upaya Senat AS meminimalisir dampak dari penyadapan. Wakil Direktur NSA, John Inglis, akhirnya mengakui pada sidang Komite Peradilan Senat Rabu kemarin bahwa mereka memang menyadap telepon warga.

Inglis mengatakan bahwa untuk mencari satu tersangka terorisme, mereka bisa menyadap jutaan telepon warga. Selain melacak, mereka juga mengaku turut mendengarkan isi pembicaraan di telepon itu.

Saat NSA mencurigai seorang tersangka, maka mereka akan memeriksa data yang tersimpan di dalam telepon mereka, seperti panggilan keluar masuk dan identitas orang-orang yang melakukan telepon itu. Apabila rata-rata seseorang dapat membuat panggilan ke 40 orang, maka pemerintah diizinkan memperoleh 2,5 juta data telepon untuk melacak seorang tersangka.

Menurut laman Al Jazeera, NSA melakukan pelacakan terhadap 300 tersangka pada tahun lalu. Selain mengungkap soal aksi agen NSA yang dapat mendengar isi pembicaraan telepon warga, XKeyscore juga dibahas.

Pengakuan Inglis ini bertentangan dengan pernyataan Presiden Barack Obama pada 8 Juni kemarin yang menyebut tidak ada satu orang pun yang mendengar isi pembicaraan di telepon.

Penasihat Direktur Keamanan Nasional, Robert Litt, mengatakan kepada Komite Pengadilan, bahwa pihaknya siap melakukan evaluasi ulang terhadap program tersebut.

"Kami siap melakukan evaluasi ulang demi memberikan keyakinan dan kepercayaan yang lebih besar kepada masyarakat bahwa program ini dibuat untuk memperoleh keamanan pribadi dan nasional," kata Litt.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
kun19
01/08/2013
menurut saya amerika "hebat"... teknologi canggih digunakan untuk kemajuan dan keamanan negaranya.... tak terbantahkan!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com