DUNIA

Australia Kirim Kelompok Pencari Suaka Pertama ke Papua Nugini

Sudah ada 1.400 imigran ilegal sampai di pulau Christmas.

ddd
Kamis, 1 Agustus 2013, 16:25
Pengungsi Rohingya (foto ilustrasi)
Pengungsi Rohingya (foto ilustrasi) (Reuters)

VIVAnews - Australia mengirimkan sebanyak 40 orang pencari suaka ke fasilitas tahanan imigran di Papua Nugini. Ini adalah kloter pertama imigran ke fasilitas ini setelah Australia bertekad akan mengirimkan para pencari suaka ilegal ke Papua Nugini.

Menurut stasiun berita Al Jazeera, Kamis 1 Agustus 2013, para pencari suaka itu diterbangkan dari Chirstmas Island dengan dikawal polisi Australia dan petugas medis. Mereka kebanyakan merupakan pria yang berasal dari Iran dan Afghanistan.

Sejak Pemerintah Australia mengumumkan kebijakan baru soal penanganan pencari suaka, sudah ada 1.400 imigran ilegal yang tiba di pulau Christmas menggunakan 18 kapal berbeda.

"Saat ini ada 40 orang pertama yang telah dikirim ke PNG dan menyadari bahwa janji kehidupan dan pekerjaan yang lebih baik di Australia sudah tak layak lagi dijadikan impian untuk dijual," ujar Burke.

Selama berada di PNG, para pencari suaka akan ditahan di fasilitas Pangkalan Udara Lombrum di Pulau Manus. Kendati kapasitas fasilitas tersebut hanya sanggup menampung 500 orang, namun Pemerintah Australia berjanji akan memperluas areanya sehingga bisa memuat hingga 3.000 orang.

Burke telah mengunjungi fasilitas tersebut pada bulan Juli kemarin karena mendapat laporan soal adanya aksi perkosaan dan penyiksaan yang terjadi di sana. Dia berjanji akan menginvestigasi laporan tersebut.

Kebijakan baru untuk memindahkan para pencari suaka ke PNG dilakukan dengan satu imbal balik. Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O'Neill, mengatakan pihaknya setuju menampung para pencari suaka sebagai bagian dari kesepakatan pemberian dana infrastruktur untuk negaranya.

Menurut harian The Australian, Pemerintah Negeri Kangguru berjanji membantu mengucurkan dana AUD439 juta atau senilai Rp4,04 triliun dari dana pembangunan yang dibutuhkan Papua Nugini sebesar AUD705 juta atau sekitar Rp6,5 triliun. Dana itu rencananya digunakan untuk merenovasi sebuah rumah sakit dan universitas PNG.

Pembangunan kedua fasilitas publik itu rencananya akan didanai bersama Australia dengan PNG. Sementara pembangunan jalan tol antara daerah Lae dan Madang dan pembangunan gedung baru pengadilan di ibukota Port Moresby akan didanai sepenuhnya oleh Pemerintah Australia.

O'Neill mengatakan negaranya bersedia membantu Australia karena mereka adalah sahabat baik PNG dan merupakan negara yang sebagian besar penduduknya umat Kristiani. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
kun19
01/08/2013
Australia akhirnya sadar, kalau penyebaran budaya arab harus distop demi masa depan negaranya...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com