DUNIA

SBY: Hentikan Pertumpahan Darah di Mesir

"Rakyat Indonesia sangat prihatin atas apa yang terjadi di Mesir."
Kamis, 15 Agustus 2013
Oleh : Denny Armandhanu, Suryanta Bakti Susila
Presiden SBY (Ilustrasi)
VIVAnews - Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan keprihatinannya atas korban tewas yang terus berjatuhan pada bentrokan di Mesir. SBY menyerukan kubu yang bertikai di negara itu  menghentikan pertumpahan darah.

"Saya kira perasaan kita sama, rakyat Indonesia sangat prihatin apa yang terjadi di Mesir," kata SBY dalam keterangan persnya di Istana Negara, Kamis 15 Agustus 2013.

SBY menyerukan kepada para pemimpin dan elit politik di Mesir, baik pemerintah, militer dan Ikhwanul Muslimin untuk mencegah semakin memburuknya situasi dan jatuh korban lebih banyak.

Memang, kata SBY, situasi saat ini di Mesir sangat kompleks. "Sepertinya opsi tidak terlalu banyak yang bisa diambil untuk menghentikan pertumpahan darah, kemudian mencegah lebih memburuknya situasi," kata dia.

"Saya tahu ini sesuatu yang tidak mudah, tetapi kalau para pemimpin dan elite politik mau misalnya, menghentikan dulu dan berusaha mencari suatu formula yang saya sebut dengan win-win solution, kompromi. Barangkali masih terbuka peluang itu, meskipun barangkali sempit yang disebut dengan window of opportunity," lanjutnya lagi.

Kementerian Kesehatan Mesir mencatat saat ini korban tewas akibat gempuran aparat telah mencapai 421 orang di Kairo, Alexandria dan beberapa kota. Data Ikhwanul Muslimin menunjukkan, korban bahkan sudah mencapai 3.000 orang.

Kutukan dan kecaman dunia berdatangan, termasuk dari Amerika Serikat, Turki, Yordania, Inggris dan Prancis. SBY menyerukan PBB agar memberikan perhatian dan berbuat sesuatu agar tragedi kemanusiaan di Mesir tidak melebar.

"Dewan Keamanan PBB saat ini sudah sepatutnya peduli dan mengambil tindakan yang diperlukan," katanya. (umi)
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found