DUNIA

Malaysia Razia Pekerja Asing Ilegal

Sekitar 400.000 pekerja ilegal jadi target penahanan dan pengusiran

ddd
Senin, 2 September 2013, 12:50
Malaysia razia para pekerja asing ilegal, termasuk yang dari Indonesia
Malaysia razia para pekerja asing ilegal, termasuk yang dari Indonesia (REUTERS/Bazuki Muhammad)

VIVAnews - Pemerintah Malaysia pada Minggu malam menggelar razia atas para pekerja asing ilegal. Hasilnya, dari razia semalam, mereka berhasil menahan seribu pekerja migran ilegal.

Razia itu dilakukan sebuah tim yang terdiri dari 150 petugas dari Departemen Imigrasi dan dipimpin seorang pejabatnya, Saravana Kumar, ungkap Wall Street Journal Asia. Menurut Kumar, razia ini merupakan tekad nyata Pemerintah Malaysia untuk memisahkan para pekerja imigran legal yang memiliki dokumen dari yang ilegal. 

Selain itu mereka juga berniat untuk memotong surplus tenaga kerja dan memangkas biaya sosial yang muncul karena adanya populasi besar warga asing. Kumar menyebut populasi pekerja gelap menambah sekitar 16 persen jumlah penduduk, dari yang seharusnya berjumlah 29 juta orang.

"Di fase pertama dari operasi ini, kami berencana menahan dan mendeportasi sekitar 400 ribu imigran ilegal dan menahan sekitar 45 ribu pekerja," ungkap Kumar.

Dia menyebut razia ini akan terus digalakkan hingga akhir tahun 2013. Sebelum melakukan razia, Pemerintah Malaysia telah menginformasikan akan adanya operasi tersebut lebih dari satu pekan yang lalu.

Salah satu yang menjadi target mereka dalam operasi itu, kata Kumar, adalah pekerja ilegal yang terdaftar dalam program amnesti sejak dua tahun lalu. Para pekerja ini disebut Kumar, hanya terdaftar saja lalu setelah itu tidak pernah muncul untuk memproses dokumen.

"Jumlahnya mencapai 1,3 juta orang dari total sekitar dua juta pekerja ilegal yang telah mendaftar. Dari dua juta itu, sekitar 500 ribu pekerja diberikan izin kerja legal, sementara 330 ribu sisanya terpaksa dipulangkan ke negara asal," imbuh dia.

Dia mengatakan pihaknya akan menyasar ke semua sektor industri yang biasanya menggunakan jasa pekerja ilegal, antara lain pertanian, hiburan dan panti pijat. Menurut laporan WSJ, ketika razia dilakukan di sebuah pemukiman dekat perkebunan kelapa sawit, kedatangan petugas disambut peristiwa kerusuhan.

Banyak dari mereka berusaha melarikan diri dengan kabur ke perkebunan sebelah. Namun mereka berhasil ditangkap petugas.

Mereka langsung diborgol petugas, kemudian identitasnya diperiksa. Seorang pekerja mengaku tidak suka dengan cara petugas memperlakukan mereka.

"Saya belum pernah mengalami hal seperti ini selama enam tahun bekerja di Malaysia," ujar pekerja asal Bangladesh, Manik Sheikh, yang ikut terkena razia.

Kendati sempat ditahan, namun dia akhirnya dibebaskan. Hukuman tidak hanya berlaku bagi para pekerja ilegal saja.

Namun juga bagi para pengusaha yang mempekerjakan mereka. Menurut laman Today Online, apabila terbukti mereka menggunakan jasa pekerja gelap maka dapat didenda RM50 ribu atau Rp166 juta, hukuman penjara hingga lima tahun, enam kali cambukan dengan rotan, atau bahkan dapat dijatuhi ketiga hukuman tersebut.

Magnet Malaysia

Sejak lama Malaysia dikenal menjadi magnet bagi para pekerja migran dari negara tetangga seperti Indonesia, Filipina, Malaysia, Nepal dan Bangladesh. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan mereka turut membantu pembangunan ekonomi di Malaysia.

Laman WSJ bahkan menyebut Malaysia telah lama bergantung kepada jasa para pekerja migran yang dapat dibayar dengan upah murah. Biasanya mereka mengisi bidang perkebunan dan konstruksi yang jarang diminati penduduk setempat.

Salah satu sumbangan besar para pekerja asal Indonesia dan Bangladesh adalah pembangunan mega proyek Menara Petronas dan Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur. Semua itu dapat terwujud karena menggunakan tenaga pekerja asal kedua negara itu.

Namun sejak beberapa tahun belakanga, Pemerintah Malaysia memperketat aturan pekerja bagi para pekerja yang tidak memiliki kemampuan. Hasilnya berdasarkaan data Kementerian Tenaga Kerja Malaysia, jumlah pekerja migran yang bekerja di sana turun menjadi 1,6 juta di tahun 2011 silam.

Jumlah itu turun sebesar 23 persen apabila dibandingkan tahun 2007 silam di mana pekerja migran mencapai angka 2 juta orang.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
blondot2012
02/09/2013
Sebenarnya yang dilakukan pemerintah Malaysia itu benar tapi entah kenapa harga diri saya sebagai warga Negara Indonesia malah terusik. Marah bercampur malu....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com