DUNIA

Putin: Snowden Sosok Pria yang Aneh

Presiden Putin mengatakan, Snowden aman berada di Rusia.

ddd
Kamis, 5 September 2013, 18:09
 Edward Snowden, mantan teknisi CIA dan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat.
Edward Snowden, mantan teknisi CIA dan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat. (REUTERS/Glenn Greenwald/Laura Poitras/Courtesy of The Guardian/Handout via Reuters)

VIVAnews - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pembocor rahasia Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA), Edward J Snowden seharusnya merasa aman berada di Rusia, setelah diberikan suaka sementara. Putin menambahkan, Snowden tak perlu khawatir akan diserahkan kepada Pemerintah AS.

Meski demikian, Putin mengaku tak habis pikir dengan kelakuan Snowden yang membocorkan berbagai rahasia penting Pemerintah AS. "Dia sosok pria yang aneh. Saya benar-benar tidak mengerti apa yang ada di dalam pemikirannya," ungkap Putin dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah, seperti dilansir dari Reuters edisi 4 September 2013.

Pada dasarnya, sambung Putin, Snowden sudah membuat 'kiamat' dan mempersulit dirinya sendiri. "Saya bahkan tidak dapat membayangkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya," kata Putin. Meski demikian, Putin menjamin, Rusia tidak akan menyerahkan Snowden ke Pemerintah AS.

Oleh Pemerintah Rusia, kata Putin, Snowden dijadikan potret sebagai pelindung HAM karena berani menentang negara barat. Melalui kasus Snowden juga terlihat jelas standar ganda yang dipegang oleh Pemerintah AS. Dalam kesempatan itu, Putin kembali menegaskan bahwa intelijen Rusia tidak memperoleh informasi apa pun dari mantan kontraktor NSA itu.

Meski melindungi Snowden, Rusia tetap ingin menjaga hubungan baik dengan AS.  "Kami memiliki kepentingan nasional dan tidak ingin membahayakan hubungan Rusia dan AS," kata dia.

Walaupun Rusia menolak untuk menyerahkan Snowden kepada Pemerintah AS, Putin mengaku tetap bersimpati kepada Pemerintahan Barack Obama yang ingin segera menangkap pria berusia 31 tahun itu. "Apabila informasi yang dibocorkan bersifat rahasia dan jika orang seperti itu akan membahayakan kami, maka tanpa ragu, Pemerintah Rusia akan memprosesnya menggunakan hukum yang berlaku di sini," tegas Putin.

Snowden diketahui kabur ke Rusia dari Hong Kong dengan menumpang maskapai Aeroflot pada bulan Juni kemarin. Namun dia terjebak di zona transit Bandar Udara Internasional  Sheremetyevo di Moskow karena paspornya dicabut Pemerintah AS.

Putin pun membenarkan bahwa Snowden pernah bertemu dengan diplomat Rusia saat masih berada di Hong Kong. Namun dia sempat berpaling dari Rusia saat diharuskan mematuhi syarat untuk tidak lagi membuka rahasia AS yang dapat membahayakan hubungan diplomatik keduanya.

"Saya baru diberitahu Snowden akan ke Rusia dua jam sebelum pesawat yang dia tumpangi mendarat di Moskow," ujar Putin. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com