TUTUP
TUTUP
DUNIA

Obama: Mandela Wariskan Kebebasan dan Perdamaian

Obama menyampaikan ucapan bela sungkawa atas wafatnya Mandela
Obama: Mandela Wariskan Kebebasan dan Perdamaian
Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya Nelson Mandela (REUTERS/Kevin Lamarque)
VIVAnews - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama memuji mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela sebagai pemimpin yang meninggalkan negaranya dengan warisan kebebasan dan perdamaian. Mandela wafat di usia 95 tahun pada Kamis malam, 5 November 2013.

"Dia mencapai lebih dari yang bisa diharapkan dari siapa pun," kata Obama seperti dilansir Reuters di Gedung Putih tak lama setelah pengumuman kematian Mandela.

"Hari ini dia pergi ke rumah, dan kita telah kehilangan salah satu manusia paling berpengaruh, berani dan orang yang baik dimana setiap dari kita akan berbagi waktu dengannya di bumi ini, " ujar Obama.

Obama yang merupakan presiden kulit hitam pertama AS itu bahkan telah lama menganggap Mandela sebagai inspirasi pribadinya

"Saya adalah salah satu dari jutaan orang yang tak terhitung jumlahnya, yang menarik inspirasi dari kehidupan Nelson Mandela. Dan selama saya hidup saya akan melakukan apa yang saya bisa belajar darinya," terang Obama.

Obama dijadwalkan akan bertolak ke Johannesburg, Afrika Selatan untuk menghadiri pemakaman pemimpin anti-apartheid itu. Obama sempat pergi ke Johannesburg awal tahun ini, namun Ia tak sempat bertemu Mandela karena berada di rumah sakit pada saat itu.

"Kami mungkin tidak akan melihat orang-orang seperti Nelson Mandela lagi. Kita sebaik mungkin untuk meneruskan perjuangan Mandela. Bahwa Ia telah membuat keputusan bukan dengan kebencian, tapi dengan kasih. Tidak pernah mempermasalahkan perbedaan dan berjuang untuk masa depan," kenang Obama.

Kondisi Mandela telah kritis dan terus menurun dalam beberapa bulan terakhir, terutama karena infeksi paru-paru yang dideritanya.

Sejak Juni lalu, saat Mandela dilarikan ke rumah sakit Pretoria, Zuma telah meminta meminta agar rakyat Afsel merelakannya yang saat itu dalam kondisi payah.

Saat itu, seluruh keluarga terdekat telah berkumpul dan kerap menjenguk Mandela. Dari mulai mantan isteri Mandela, Winnie Madikizela-Mandela, cucu, dan isteri Mandela saat ini, Graca Machel sudah berada di RS.

Bahkan puteri tertua Mandela yang kini menjabat sebagai Duta Besar Afsel untuk Argentina, Zenani Mandela-Dlamini, tiba di Johannesburg agar bisa menjenguk ayahnya.

Mantan Presiden yang memimpin Afsel periode 1994-1999 diketahui menderita sakit paru-paru saat menjadi napi politik selama 27 tahun di Pulau Robben pada rezim apartheid. (sj)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP