DUNIA

Ini Kendala Pencarian Puing MH370

Samudera Hindia dikenal sebagai wilayah perairan yang ganas.

ddd
Kamis, 27 Maret 2014, 00:14
Seorang petugas mencari petunjuk dari pesawat Malaysia Airlines MH370 di Samudera Hindia (21/3/2014)
Seorang petugas mencari petunjuk dari pesawat Malaysia Airlines MH370 di Samudera Hindia (21/3/2014) ( REUTERS/Bohdan Warchomij)

VIVAnews - Pencarian kotak hitam pesawat MH370 milik maskapai penerbangan Malaysia Airlines yang diyakini jatuh di Samudera Hindia bagian selatan, mengalami kendala. Sebab, lokasi tersebut dikenal sebagai perairan yang ganas.

Seperti dilansir Yahoo News, Rabu 26 Maret 2014, para ahli memperingatkan bahwa tidak ada jaminan operasi pencarian internasional yang melibatkan anggota militer dari enam negara ini akan berhasil. Ahli kelautan dari Universitas New South Wales, Australia, Erik van Sebille mengatakan, lokasi yang diduga kuat menjadi tempat jatuhnya MH370 ini dikenal dengan nama "The Roaring Forties" yang di kalangan pelaut dikenal karena keganasannya.

"Secara umum, ini adalah kawasan yang paling berangin dan berombak di Samudra Hindia. Di musim dingin, saat badai datang, ombak di kawasan ini bisa setinggi 10-15 meter," ujar Sebille.

The Soufan Group, sebuah konsultan intelijen keamanan yang berbasis di Amerika Serikat, mengibaratkan pencarian puing-puing pesawat MH370 dengan mencari sebatang jarum di dalam tumpukan jerami yang kacau dan kerap berubah bentuk.

Sebab, gelombang ombak yang tidak teratur itu bisa menghanyutkan obyek yang dicari. Tidak hanya itu, pantulan sinar matahari juga bisa membutakan penglihatan beberapa saat. Karena itu, melihat ke arah yang salah sedikit saja bisa membuat sebuah momen terlepas.

Sementara itu, ahli geologi Robin Beamann mengatakan bahwa meskipun pencarian itu bisa menemukan puing-puing MH370, keberadaan gunung berapi bawah laut bisa menghalangi upaya pengambilan kotak hitam dari dasar laut.

Menurut Beaman, pegunungan bawah laut di tenggara Samudera Hindia itu memotong langsung area pencarian. Artinya, dasar laut di wilayah itu sangat tidak rata dan kerap berubah bentuk karena aliran lava.

Tidak hanya itu, rangkaian pegunungan bawah laut di wilayah pencarian itu merupakan rangkaian volkano aktif yang berada di kedalaman rata-rata 3.000 meter, menandai titik pertemuan lempeng tektonik Antartika dan Australasia.

"Sangat disayangkan jika puing-puing pesawat itu berada di kawasan yang aktif ini. Itu berarti upaya pencarian akan jauh lebih sulit," kata Beaman, spesialis geologi bawah air di Universitas James Cook, Queensland, Australia.

Sementara itu, pakar penerbangan dari Universitas Sydney, Peter Gibbens, mengatakan tim pencari kini berpacu melawan waktu untuk menemukan sinyal akustik dari kotak hitam yang akan hilang dalam waktu dua pekan saat baterainya habis.

Meski begitu, wilayah pencarian ini tetap memberi keberuntungan. Ini karena lokasi pencariannya yang sangat terpencil. Van Seville mengatakan, setidaknya lokasi pencarian saat ini bersih dari berbagai sampah seperti yang banyak terdapat di perairan yang dekat dengan daratan.

"Wilayah ini masih bisa dikatakan sangat perawan," ujar Sebille. Sehingga jika ada sebuah obyek besar yang ditemukan di wilayah itu, bisa dipastikan itu adalah puing-puing pesawat MH370. (one)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
dianardi
27/03/2014
moga cepat di temukan
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id