TUTUP
TUTUP
DUNIA

Gara-Gara Iklan Vulgar, Ratusan Kecelakaan Terjadi di Rusia

Iklan itu dipasang di truk yang tengah melintas di jalan.
Gara-Gara Iklan Vulgar, Ratusan Kecelakaan Terjadi di Rusia
Ilustrasi papan iklan (REUTERS/Alessandro Garofalo)
VIVAnews - Sebuah kampanye iklan yang menunjukkan sepasang payudara wanita menjadi penyebab 500 kecelakaan lalu lintas di Rusia. Angka kecelakaan tersebut hanya terjadi dalam waktu satu hari.

Dilansir dari Dailymail, Rabu 15 Oktober 2014, iklan tidak senonoh itu ditempatkan di bagian belakang truk. Ini merupakan salah satu penempatan iklan luar. Total terdapat 30 truk yang berkeliling kota Moskow dengan iklan tersebut.

Dalam iklan itu, terlihat sepasang payudara dan tangan wanita yang memegangnya. Kemudian di bagian depan dada ditutupi dengan slogan "mereka menarik".

Iklan tersebut benar-benar menarik perhatian para pengendara mobil dan motor pria sehingga, mereka tidak konsentrasi menyetir dan terjadi kecelakaan. Total terdapat 517 kecelakaan yang terjadi akibat iklan tersebut.

Salah satu yang menjadi korban adalah pengendara motor, Ildar Yuriev. Dia mengaku tengah dalam perjalanan untuk rapat bisnis ketika melihat truk itu melintas. 

"Saat itu saya melihat truk dengan foto besar menampilkan payudara di bagian belakangnya. Tiba-tiba saya ditabrak oleh mobil di belakang saya yang konsentrasinya teralihkan karena truk itu. Akhirnya saya jadi terlambat menghadiri rapat tersebut," kata Yuriev. 

Dia mengaku sengaja tidak mengendarai mobil hari itu. 

Alhasil para pengendara yang kesal dilaporkan membombardir biro yang membuat iklan tersebut. Mereka menuntut pemilik biro iklan untuk ikut memberi ganti rugi. Sementara, juru bicara Biro Iklan, Sarafan Advertising, yang membuat iklan itu, menyebut semula niat mereka hanya ingin menunjukkan metode baru untuk memasang iklan. 

"Kami ingin memperoleh perhatian terkait format kampanye iklan ini," ujar dia.

Mereka menambahkan akibat kecelakaan itu, para pemilik kendaraan akan menerima dana kompensasi dari biro iklan.

"Para pemilik kendaraan akan menerima biaya kompensasi dari kami yang tidak ditanggung pihak asuransi," kata jubir tadi. 

Belum cukup, polisi juga mengirim petugas patroli dan menyita 30 truk tersebut. Mereka mengatakan tidak akan mengembalikan truk itu, jika iklan seronok tidak ditarik. (ren)
KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP