Trump: Ikatan AS-Israel Tak Dapat Dipatahkan

David Hamilton Koch, pemilik Koch Brothers (pendana terbesar capres AS keturunan Yahudi), dan Trump
Sumber :
  • www.salon.com

VIVA.co.id - Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, pada Senin, berjanji jika terpilih menjadi presiden pada November 2016, maka aliansi AS dan Israel akan semakin menguat.

Pernyataan Trump ini diungkapkan dalam pidatonya di depan Komite Urusan Publik Amerika Israel (AIPAC) - kelompok lobi Yahudi terbesar di AS - sekaligus menyatakan sikap tegas atas konflik Israel dan Palestina.

Mengutip situs Reuters, Selasa, 22 Maret 2016, Trump juga menyentil bakal calon presiden AS lainnya yang dinilai bersikap galau menyatakan sikapnya terhadap negeri Yahudi itu.

"Mereka (balon presiden) berjanji berulang kali tetap netral (dalam konflik Israel dan Palestina). Tapi, saya di sini untuk menjernihkan kebingungan itu semua," ungkap Trump.

Kendati demikian, satu sisi, Trump akan "mencoba" menegosiasikan penyelesaian konflik dua negara yang bertikai selama ratusan tahun itu.

Dewan Keamanan PBB yang Gagal dalam Menjamin Perdamaian Dunia

Namun, sisi lain, dia mengatakan faktanya, mendamaikan keduanya adalah langkah yang sangat sulit dilakukan.

"Saya sangat pro-Israel. Jadi, proses negosiasi perdamaian adalah hal yang sulit dipahami dan dilakukan," kata dia.

Solusinya, lanjut Trump, Palestina harus bersedia menerima bahwa Israel akan selamanya eksis sebagai negara Yahudi, dan tidak akan mampu menghentikan apa yang dilakukan Israel.

"Mereka (Bangsa Palestina) harus datang ke "meja" (melihat dengan fakta) untuk mengetahui bahwa ikatan antara Amerika Serikat dan Israel tidak bisa dipatahkan," jelas miliarder New York ini.

Pidato Trump ini juga bagian dari upaya pembuktian, baik kepada Partai Republik maupun AIPAC, bahwa dirinya layak dinominasikan menjadi presiden ke-45 AS.

Kenaikan suara dan pamor Trump telah membuat khawatir internal Partai Republik, yang hingga kini, berusaha untuk menghentikan langkahnya.

Saat ini, Trump memiliki 678 delegasi, disusul 423 delegasi untuk Cruz dan 143 delegasi untuk Gubernur Ohio, John Kasich.

Kegagalan Hukum Internasional dalam Menghadapi Kejahatan Perang Israel

Jika Trump tidak memenangkan 1.237 delegasi, maka balon Partai Republik akan diputuskan pada konvensi partai di Cleveland pada Juli 2016.

Ilustrasi Boikot Produk Israel. Sumber: Flickr.com

Antara Dukungan dan Keberlanjutan Ekonomi Lokal

Konflik di Gaza, mengundang respons dari berbagai masyarakat Indonesia dengan melakukan boikot terhadap produk yang terhubung dengan Israel.

img_title
VIVA.co.id
24 November 2023