TUTUP
TUTUP
DUNIA

Kapal Perang Nyaris Tabrakan, AS-Rusia Saling Menyalahkan

Padahal pekan lalu keduanya sudah saling sepakat soal patroli militer.
Kapal Perang Nyaris Tabrakan, AS-Rusia Saling Menyalahkan
Sebuah kapal Rusia saat melintas di Selat Bosphorus, Turki. (Reuters/Murad Sezer)

VIVA.co.id – Rusia dan Amerika Serikat saling menyalahkan setelah manuver kapal perang kedua negara nyaris bertabrakan di Laut Mediterania pekan lalu. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, kapal perusak AS nyaris mendekati kapal perang Rusia dan telah melakukan pelanggaran.

Bertentangan dengan pernyataan Rusia, seorang pejabat pertahanan Amerika yang tidak disebutkan namanya mengatakan kapal perang Rusia telah melakukan manuver tidak aman dan tidak profesional. Kapal itu juga beroperasi di dekat dua kapal Angkatan Laut AS.

Insiden itu melibatkan kapal induk USS Gravely dan Frigat AL Rusia Yaroslav Mudry. Dalam sebuah pernyataan, Kemenhan Rusia mengatakan USS Gravely mendekati kapal Rusia pada jarak 60-70 meter dari sisi pelabuhan dan melintas di depan kapal itu. Pada saat kejadian, kapal Rusia berada di perairan internasional di Mediterania timur dan tanpa membuat manuver berbahaya.

Namun pejabat pertahanan AS mengatakan kapal Rusia berulang kali melintasi buritan USS Gravely secara dekat, dan bermanuver secara tidak profesional.

Seperti diberitakan Reuters, Rabu, 28 Juni 2016, Sekretaris AS John Kerry menyatakan perilaku pilot Rusia tersebut provokatif dan berbahaya. Sementara itu Kemenhan Rusia menyatakan kekhawatiran atas peningkatan aktivitas NATO dekat perbatasan Rusia.

"Insiden terbaru di Mediterania merupakan ulah pelaut AS yang melupakan prinsip-prinsip dasar pelayaran yang aman dan tidak memikirkan konsekuensi berbahaya di daerah dengan navigasi yang cukup intens," kata pihak Kemenhan Rusia.

Beberapa bulan terakhir, sejumlah insiden serupa juga terjadi di wilayah laut dan udara. Di mana masing-masing pihak militer kedua negara saling menuduh satu sama lain telah melakukan pendekatan berbahaya di perairan internasional dan wilayah udara. Pekan lalu, kedua negara mengaku sudah mencapai beberapa kesepakatan untuk saling menjaga patroli militer mereka agar tidak terjadi insiden fatal.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP