TUTUP
TUTUP
DUNIA

Jadi Korban Bom, Warga Irak Marah pada Pemerintah

Menurut warga, pemerintah abai melindungi mereka.
Jadi Korban Bom, Warga Irak Marah pada Pemerintah
Warga berkerumun di depan lokasi ledakan di Karrada, Irak, Minggu, 3 Juli 2016. (REUTERS/Khalid al Mousily)

VIVA.co.id – Usai ledakan bom di tempat umum dan ramai pada Minggu pagi, 3 Juli 2016, yang menewaskan lebih dari 147 orang, termasuk anak-anak, kemarahan semakin berkembang di Baghdad. Sebagian besar warga marah atas kegagalan pemerintah untuk melindungi warga sipil.

Banyak korban adalah wanita dan anak-anak yang ada di dalam tempat perbelanjaan dan hiburan dalam mal. Puluhan orang terbakar hingga meninggal atau bahkan meninggal karena kehabisan napas.

Banyak warga Irak menyalahkan pemimpin politik mereka atas penyelewengan keamanan di Baghdad. Karena, mereka lengah hingga pelaku bom bisa melewati pos pemeriksaan, dan berada di lingkungan yang penuh dengan warga sipil.

"Semua politisi di Irak bertanggung jawab atas ledakan ini, termasuk Abadi (Perdana Menteri Haider al-Abadi)," kata seorang wanita pada media lokal seperti dilansir Al Jazeera, Senin, 4 Juli 2016. "Kami tidak bisa menikmati Idul Fitri, jika bukan ISIS, al-Qaeda, dan jika tidak keduanya, ini adalah politik kotor korupsi di negara ini," ujar warga yang lain.

"Kami menjadi target, sementara mereka duduk aman dan mendengar ini dari tempat mereka. Merekalah yang mengizinkan ISIS datang ke sini dan membunuh orang."

Jan Kubis, utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Irak mengatakan bahwa serangan itu merupakan upaya ISIS untuk membalas kerugian di medan perang. "Ini adalah tindakan yang pengecut, keji, dan tidak seimbang, dengan menargetkan penduduk yang sedang dalam keadaan damai jelang akhir Ramadan," kata Kubis.

Pemerintah Irak menetapkan tiga hari masa berkabung atas kejadian ini. Bom tersebut meledak di area pusat belanja Al Hadi, sebuah pusat belanja yang terkenal di Karrada, Irak. Saat kejadian, pusat belanja sedang dipenuhi oleh pengunjung yang sedang mencari kebutuhan untuk merayakan hari raya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP