TUTUP
TUTUP
DUNIA

Pimpinan Partai Buruh Inggris Minta Maaf Atas Perang Irak

Menurut Corbyn agresi militer negaranya merupakan tindakan ilegal.
Pimpinan Partai Buruh Inggris Minta Maaf Atas Perang Irak
Ketua Partai Buruh Inggris, Jeremy Bernard Corbyn (VIVA.co.id/@jeremycorbyn)

VIVA.co.id – Pemimpin Oposisi Parlemen Inggris yang juga Ketua Partai Buruh, Jeremy Bernard Corbyn, menyatakan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas keterlibatan Inggris dalam serangan ke Irak pada Maret 2003 silam.

Melalui video di akun Twitternya, seperti dikutip VIVA.co.id, Jumat, 8 Juli 2016, Corbyn mengatakan bahwa kebijakan luar negeri Inggris yang turut serta menginvasi dan menduduki Irak bersama Amerika Serikat merupakan kebijakan 'paling signifikan" di era modern saat ini.

"Saya dan atas nama partai meminta maaf dan berutang kepada rakyat Irak. Keluarga mereka dan prajurit yang meninggal maupun terluka. Tak lupa juga kepada warga Inggris yang merasa demokrasinya telah dirusak. Itu (invasi) merupakan sebuah kesalahan besar," ujar Corbyn.

Menurutnya, keputusan Inggris menyerang Irak membuat suara di parlemen terbelah, mengkhianati kepercayaan warga Inggris serta tidak menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Tak hanya itu. Corbyn juga menuding bahwa aksi invasi yang dibuat saat Partai Buruh memimpin Inggris tersebut merupakan agresi militer dengan dalih palsu.

"Dalam pandangan hukum internasional, aksi militer Inggris telah dianggap sebagai tindakan ilegal. Juga aksi bunuh diri di Baghdad, Ibu kota Irak, hari Minggu lalu yang membunuh 250 warga sipil berasal dari kelompok yang terbentuk pascaterjadinya invasi," ungkapnya.

Seperti diketahui, korban meninggal dunia akibat bom bunuh diri di Baghdad, pada Minggu, 3 Juli 2016, mencapai 250 orang. Sebelumnya disebutkan korban meninggal mencapai 165 orang.

Jumlah itu menjadikan serangan tersebut sebagai yang paling mematikan sejak invasi pimpinan Amerika Serikat dan Inggris pada 2003.

Insiden berawal ketika truk penuh bom diledakkan di daerah Karrada saat warga sedang berbelanja untuk keperluan Ramadan. Daerah yang dihuni mayoritas pemeluk Syiah tersebut rusak parah. Kelompok yang menamakan dirinya ISIS mengaku melakukan serangan bunuh diri tersebut.

 


 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP