Pesan Indonesia soal Patroli Tiga Negara di Wilayah Rawan

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi (ketiga dari kiri), menyampaikan hasil pertemuan dengan Menteri Luar Negeri dan Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia dan Filipina di Yogyakarta pada Kamis, 5 Mei 2016.
Sumber :
  • Kementerian Luar Negeri

VIVA.co.id – Kementerian Luar Negeri Indonesia meyakini Malaysia dan Filipina akan mengerahkan sumber daya manusia (SDM) terbaiknya dalam patroli bersama yang segera dilaksanakan di wilayah perairan perbatasan tiga negara.

Warga Jerman Tewas Dipenggal Kelompok Abu Sayyaf

"Saya yakin kedua negara akan mengirimkan SDM terbaiknya untuk kerja sama ini dalam menjaga perairan perbatasan," kata Juru Bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nassir, di Gedung Kemlu RI, Jakarta, Kamis, 14 Juli 2016.

Ia juga menginformasikan, saat ini Standard Operating Procedure (SOP) joint patrol masih dibicarakan ketiga pihak. Dalam waktu dekat, Arrmanatha mengungkapkan, menteri pertahanan tiga negara akan bertemu di Indonesia membahas petunjuk pelaksanaan (juklak) patroli bersama.

Nelayan Indonesia Kembali Diculik Abu Sayyaf

"Pembahasan ini semoga selesai dilakukan dan bisa diterapkan secepatnya untuk mengamankan wilayah," ungkapnya.

Sebelumnya, menteri luar negeri dan panglima angkatan bersenjata dari Indonesia, Malaysia dan Filipina sudah melakukan pertemuan trilateral di Yogyakarta.

Dua Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan

Dalam pertemuan singkat itu, ada tiga isu yang dibicarakan yaitu patroli keamanan bersama, bagaimana suatu negara bisa membantu jika terjadi insiden di wilayah rawan, serta pertukaran informasi.

Kondisi itu berkaitan dengan peristiwa penyanderaan warga Indonesia oleh kelompok militan Abu Sayyaf yang berbasis di Filipina Selatan.

Ilustrasi/Daftar nama pemimpin Abu Sayyaf.

Front Pembebasan Islam Moro Janji Bantu Bebaskan Sandera

Di Filipina ada WNI disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf

img_title
VIVA.co.id
1 Februari 2018