TUTUP
TUTUP
DUNIA

Erdogan Dianggap Otoriter, Oposisi Turki Bersatu

Mereka melakukan aksi damai di Taksim Square.
Erdogan Dianggap Otoriter, Oposisi Turki Bersatu
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dikawal ketat usai kudeta gagal. (REUTERS/Huseyin Aldemir)

VIVA.co.id – Puluhan ribu pendukung pemerintahan Turki dan partai oposisi utama, mengadakan unjuk rasa bersama untuk mendukung demokrasi.

Kelompok oposisi utama mulai resah dengan kondisi Turki setelah kudeta yang gagal. Sikap Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang menutup lebih dari seribu sekolah swasta, dan menangkapi ribuan militer serta guru setelah kudeta yang gagal dianggap meresahkan.

Para demonstran yang terdiri atas lintas partai tersebut mengusung tema "Republik dan Demokrasi.” Mereka berkumpul di Taksim Square Istanbul dalam semangat persatuan.

"Ini adalah hari untuk bersatu melawan kudeta dan rezim diktator. Hari ini saatnya membuat suara rakyat didengar. Kita semua bersama-sama di Taksim hari ini. Hari ini kita membuat sejarah bersama," kata Kemal Kilicdaroglu, pemimpin oposisi utama Turki.

Sementara itu, Recep Tayyip Erdogan menuduh ulama yang kini berada di Amerika Serikat, Fethullah Gulen, sebagai dalang kudeta. Dalam dekrit pertamanya, Erdogan memerintahkan penutupan ribuan sekolah swasta, ratusan badan amal dan yayasan, juga ribuan guru serta militer yang dicurigai terkait dengan Gulen. Erdogan juga memperpanjang masa penahanan seseorang tanpa tuduhan.

Perdana Menteri Turki, Binali Yildrim, mengatakan, pihak berwenang telah menangkap sekitar 13.000 orang atas upaya kudeta, termasuk di antaranya 8.831 tentara.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP