TUTUP
TUTUP
DUNIA

Bidik ISIS, Jet Tempur AS Lancarkan Serangan di Libya

Serangan ini untuk memudahkan tentara Libya merebut Sirte.
Bidik ISIS, Jet Tempur AS Lancarkan Serangan di Libya
Salah satu jet tempur AS Hornet F/A-18C. (Doc. United States Marine Corps.)
VIVA.co.id - Pesawat tempur Amerika Serikat melancarkan serangan udara untuk pertama kalinya guna mendukung tentara Libya merebut kembali kota Sirte, 450 kilometer Ibu Kota Tripoli dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Sirte merupakan kota kelahiran mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi, yang dikuasai ISIS sejak Juni 2015.

Perdana Menteri Libya, Fayez al-Sarraj, mengatakan jet tempur Paman Sam telah melancarkan serangan udara terhadap posisi-posisi yang telah ditentukan.

"Serangan udara Amerika ada pada posisi yang tepat (untuk menghancurkan ISIS). Serangan ini menyebabkan kerugian besar bagi mereka (ISIS)," kata al-Sarraj, seperti dikutip situs Aljazeera, Selasa, 2 Agustus 2016.

Sementara itu, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) melaporkan serangan dilancarkan atas permintaan dari Pemerintah Otoritas Nasional (the Government of National Accord/GNA) Libya.

"Target tertentu akan menjadi target presisi. Kami tidak memiliki titik akhir (atas serangan udara), dan berharap bahwa (serangan ini) tidak memerlukan jumlah waktu yang panjang," kata Sekretaris Pers Pentagon, Peter Cook.

Meski begitu, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan GNA terkait dukungan Paman Sam melalui serangan udara tersebut.

Pasukan GNA sebagian besar terdiri dari milisi Libya Barat yang dibentuk selama perang sipil 2011 untuk menggulingkan Gaddafi. Milisi ini dibentuk juga untuk menjaga fasilitas minyak utama negeri itu.

Sedangkan wartawan Al Jazeera, Rosiland Jordan, melaporkan dari Washington DC, mengatakan tentara Libya telah meminta dukungan udara AS.

Permintaan ini dilakukan karena pasukan darat mengalami kesulitan merangsek ke kota Sirte akibat banyaknya jebakan seperti bom pinggir jalan, baik di dalam maupun sekitar, kota kelahiran Gaddafi itu.

"ISIS telah membuat pasukan pemerintah mengalami kesulitan. Itu memang karena mereka telah memperkuat cengkeramannya di jantung kota sebagai basis pertahanan," kata Jordan.

Menurutnya, serangan udara ini adalah strategi untuk membersihkan medan yang penuh jebakan, sehingga pasukan Libya dapat bergerak maju dengan lebih cepat dan aman.

"Pertempuran akan menjadi lebih kompleks ketika bergerak lebih dekat ke pusat kota, karena di sana banyak warga sipil. Mereka bisa terjebak dalam baku tembak," ungkapnya. (ase)
KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP