TUTUP
TUTUP
DUNIA

Gereja Evangelist Swedia Kirim Injil untuk ISIS

Injil tersebut akan dikirim menggunakan drone.
Gereja Evangelist Swedia Kirim Injil untuk ISIS
Suasana perang di Suriah. Perang yang tak kunjung selesai membuat gereja Evangelist di Swedia ingin menyampaikan pesan damai. (Reuters/Hosam Katan)

VIVA.co.id –  Perang yang berkecamuk di Suriah membuat sebuah gereja Evangelist di Swedia berpikir untuk menebarkan cinta kasih melalui ajaran Injil. Mereka berencana mengirimkan kitab Injil untuk kelompok militan ISIS dengan cara khusus.

Gereja Evangelist Swedia akan menggunakan drone militer untuk mengirimkan ribuan kitab Injil pada kelompok militan tersebut. Kitab yang akan dikirimkan ini juga bukan lagi berbentuk buku, namun elektronik.

Gereja Evangelist sering menerima kritikan keras karena berusaha tampil modern dan menggunakan perangkat terbaru untuk menyampaikan pesan-pesan mereka. Misalnya mereka mengganti lagu gereja yang klasik dengan nada rock modern yang lebih dinamis dan lirik yang religius. Upaya ini dilakukan untuk menjaring mereka yang berusia muda.

Sebuah majalah teknologi Swedia pernah memuat gambar pengkhotbah di gereja tersebut dengan pakaian resmi berdiri di sebelah layar proyektor besar. Injil mereka tak lagi berbentuk buku hitam yang tebal, namun telah lama dipindahkan ke iPad sehingga lebih ringan dan stylish.

Dan sekarang, salah satu gereja mereka, Livets Ord, atau Kata-kata Kehidupan, menggunakan teknologi canggih untuk menyebarkan ajaran mereka. Melalui lawan Twitternya, @livetsord mereka mengumumkan rencana tersebut. "Kami akan menggunakan drone militer, dengan ukuran sekitar tiga meter untuk membagikan ribuan Injil elektronik, di beberapa yang tertutup di Timur Tengah. Mari berdoa semoga pesan cinta dari Tuhan dalam Kristen akan menaklukkan kegelapan dan kebencian," tulis mereka  seperti dikutip dari Sputnik, Kamis, 11 Agustus 2016.

Injil tersebut dibuat berukuran mini, dan menggunakan baterai. Pelaksana penyebaran Injil adalah sebuah kontraktor swasta yang kabarnya sudah biasa melakukan operasi di wilayah udara Suriah.

Direktur misi tersebut, Christian Akerhielm, mengatakan, tindakannya tak berhubungan dengan tindakan militer atau tindakan agresif apapun. Ia juga mengatakan penyebaran melalui udara itu juga akan dikoordinasikan dengan mereka yang biasa menyediakan kelengkapan medis untuk kamp pengungsi di wilayah Suriah.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP