TUTUP
TUTUP
DUNIA

Singapura Dipastikan ada 41 Kasus Virus Zika

Terbanyak ditemukan pada pekerja bangunan asing.
Singapura Dipastikan ada 41 Kasus Virus Zika
Nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus Zika. (REUTERS/Daniel Becerril/File Photo)

VIVA.co.id –  Pemerintah Singapura mengkonfirmasi 41 kasus virus Zika di negaranya. Kasus ini dikhawatirkan masih bisa bertambah.

Kementerian Kesehatan dan Departemen Lingkungan Nasional Singapura mengatakan, dari 41 kasus yang ditemukan, 34 diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Namun tujuh lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sebagian besar dari kasus yang ditemukan terjadi pada pekerja bangunan asing.

Pada Sabtu, 27 Agustus 2016, pihak berwenang mengonfirmasi, salah seorang yang masih berada dalam perawatan rumah sakit akibat infeksi virus tersebut adalah perempuan Malaysia yang tinggal di sebelah selatan Singapura. Ia adalah orang pertama yang terjangkit Zika.

Melalui pernyataannya, pemerintah Singapura mengatakan mereka telah melakukan tes pada 124 orang, terutama pekerja bangunan asing yang bekerja di beberapa wilayah di Singapura. Pemerintah Singapura menduga kemungkinan penularan virus terjadi di wilayahnya, karena dari mereka yang terjangkit, tak ada satu pun yang baru pulang bepergian dari wilayah yang terjangkit virus Zika. "Ini mengonfirmasi virus tersebut tersebar di lokal area," demikian pernyataan pemerintah Singapura seperti dikutip dari Reuters, 29 Agustus 2016.

Pemerintah Singapura masih akan terus mendeteksi kemungkinan pekerja asing lain yang terjangkit virus Zika. "Kami tak mengesampingkan terjadinya penularan antar masyarakat, karena beberapa dari mereka yang diuji positif bekerja atau tinggal di wilayah lain Singapura. Kami berharap bisa mengidentifikasi kasus-kasus lainnya," demikian pernyataan pemerintah.

Virus Zika berasal dari nyamuk, dan pertama kali ditemukan di Brasil tahun lalu. Sejak itu penyebaran kasus ini meluas di seluruh Amerika Serikat. Virus ini berbahaya jika menjangkiti ibu hamil, karena bisa menyebabkan bayi lahir dalam kondisi kepala mengecil atau microchepaly. Namun bagi mereka yang sehat, virus ini tak terlalu membahayakan.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP