TUTUP
TUTUP
DUNIA

Wabah Zika di Singapura, ASEAN Langsung Bereaksi

Ada yang merespons cepat, ada pula yang menganggap biasa saja.
Wabah Zika di Singapura, ASEAN Langsung Bereaksi
Nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus Zika. (REUTERS/Daniel Becerril/File Photo)

VIVA.co.id – Indonesia, Thailand dan Malaysia, mulai melakukan proteksi menyusul wabah virus Zika yang menyerang Singapura. Sedangkan, Thailand, Kamboja dan Vietnam hanya melakukan prosedur tetap biasa.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dari Kementerian Kesehatan RI, Mohammad Subuh, mengatakan pihaknya akan mengawasi dan meningkatkan pemeriksaan kesehatan di "pintu masuk" seperti bandara utama dan pelabuhan.

"Batam dan Jakarta akan ditingkatkan pemeriksaan penumpang, baik yang datang atau berangkat ke Singapura," kata Subuh, seperti dikutip Reuters, Selasa 30 Agustus 2016.

Selain itu, Subuh melanjutkan, Indonesia memperkenalkan thermal scanner di bandara dengan target kedatangan turis dari Singapura selama akhir pekan, dan berencana untuk memisahkan mereka keluar dari bandara dengan penumpang lainnya.

Pemerintah Indonesia juga membagi-bagikan pamflet peringatan Zika kepada semua penumpang di bandara, dan mencatat bahwa virus ini memiliki masa inkubasi sekitar 10 hari sebelum gejala tiba.

Baca: Waspada Serangan Zika dari Singapura

Sementara itu, Menteri Kesehatan Malaysia, Subramaniam Sathasivam, mengatakan wisatawan yang masuk Johor Bahru, di mana 200 ribu turis melakukan perjalanan pulang pergi dari dan ke Singapura setiap hari, harus melalui thermal scanner di pos pemeriksaan perbatasan.

Masalah besar

Bagi masyarakat yang menyeberang menggunakan kendaraan pribadi, menurut Subramaniam, mereka tidak akan dipindai namun diberikan pamflet dan meminta mereka untuk melaporkan kepada pihak berwenang jika terjadi gejala terinveksi Zika.

Malaysia juga meningkatkan mekanisme pengendalian vektor, termasuk fogging dan larvasida, di Johor Bahru.

"Apa yang bisa kita lakukan sebagai negara saat ini adalah mengendalikan vektor kami dengan baik. Saat ini, demam berdarah masih menjadi masalah besar, selain Zika, karena demam berdarah bisa menyebabkan Anda kehilangan nyawa," kata Subramaniam.

Adapun di Thailand, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) mengatakan pihaknya hanya akan memeriksa semua atletnya yang kembali dari Olimpiade di Brasil.

Sementara itu, Vietnam dan Kamboja tidak mengubah kebijakan atas pengawasan di perbatasan mereka.

"Negara-negara yang wilayahnya jauh dari lokasi wabah Zika cenderung tidak terlalu bereaksi. Andaikata terinfeksi, mereka pun tidak memiliki sumber daya dan kapasitas untuk melakukan proteksi," kata Jasper Fuk-Woo Chan, Asisten Profesor di Pusat Infeksi Carol Yu, Universitas Hong Kong.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP