TUTUP
TUTUP
DUNIA

Pejabat AS Curiga Rusia Retas Data Pemilih

Data tersebut diretas dari dua negara bagian.
Pejabat AS Curiga Rusia Retas Data Pemilih
Hacker/Ilustrasi.

VIVA.co.id – Peretas dari Rusia diduga berada dibalik upaya pembobolan data pemilih di dua negara bagian. Informasi ini, menurut dua pejabat tersebut, memicu kekhawatiran bahwa pemerintah Rusia berusaha campur tangan dalam proses pemilu negara Paman Sam tersebut.

Pembobolan yang mereka lakukan termasuk pencurian data dari sekitar 200.000 pemilih di Illinois. Informasi ini membuat FBI mengirimkan pesan kilat pada seluruh panitia pemilihan di seluruh negara bagian, meminta mereka untuk mengawasi serius jika ada intrusi maya yang sama.

Salah seorang pejabat mengatakan pada NBC News, Selasa, 30 Agustus 2016, serangan tersebut mengarah pada biro intelijen Rusia. "Ini semakin mendekati dari apa yang kami cari untuk mengaitkan upaya peretasan ini dengan pemerintah Rusia," ujar pejabat negara tersebut. Ia lalu menambahkan, ada hal yang sangat menjadi perhatian, yaitu bahwa Kremlin sedang mencari upaya untuk ikut campur dalam proses pemilihan AS.

Dua pejabat tersebut mengaku belum bisa mengambil kesimpulan bahwa pemerintah Rusia sedang mencoba melakukan upaya peretasan itu, namun mereka mengaku khawatir. Mereka mengatakan, Rusia memiliki sejarah panjang dalam hal mata-mata dengan target politik. Pertanyaannya saat ini, kapan mereka akan mulai bergerak untuk memulai operasi intelijen yang didesain untuk membuat proses politik di AS tak stabil.

Peringatan tersebut, pertama kali dilaporkan oleh Yahoo News, membuktikan adanya alamat IP yang terkait dengan peretasan, meski tak menyebutkan Rusia. Salah satu alamat IP terlibat dalam dua pelanggaran.

"FBI meminta negara menghubungi Dewan Pemilu dan menentukan apakah aktivitas yang mirip dengan log mereka, baik inbound dan outbound, telah terdeteksi," demikian peringatan itu.

Para pejabat intelijen AS sebelumnya telah mengatakan badan-badan intelijen Rusia berada di balik peretasan  dalam Komite Nasional Demokrat dan organisasi terkaitnya. Pejabat dan ahli intelijen AS hingga saat ini masih berdebat dan berspekulasi tentang apa rencana Rusia selanjutnya.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP