TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
DUNIA

Pemimpin Iran Tuding Arab Saudi Bunuh Jemaah Haji

Iran juga menuduh pemerintah Saudi menghalangi mereka untuk beribadah.
Pemimpin Iran Tuding Arab Saudi Bunuh Jemaah Haji
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Reuters/Khamenei.ir/Handout)

VIVA.co.id – Pemimpin Spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuding Arab Saudi membunuh jemaah haji yang tewas dalam tragedi Mina tahun lalu. Menurutnya, jemaah yang terluka saat itu dimasukan dalam kontainer dan tak diberi perawatan medis.

Tragedi Mina dalam musim haji tahun 2015 lalu masih menyisakan rasa penasaran bagi Iran. Dalam kasus tersebut, pemerintah Saudi mengatakan, korban haji yang tewas berjumlah 769 orang. Namun menurut perhitungan tak resmi, jumlah korban tewas mencapai 2.426 orang, termasuk diantara mereka adalah 400 jemaah Iran dan ratusan jemaah dari Indonesia.

Dikutip dari BBC, Selasa, 6 September 2016, ulama Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam situsnya menyampaikan tuduhannya itu. Ia menulis, "aparat Saudi yang keji dan tak punya hati memasukkan korban yang terluka bersama korban yang meninggal dalam kontainer yang terkunci, dan bukannya mengobati mereka atau memberikan minum. Pemerintah Saudi telah membunuh mereka."

Melalui tulisan tersebut, Ayatollah Ali Khamenei juga mengecam pemerintah Saudi. "Bukannya meminta maaf, dan menyesalkan, juga mengadili mereka yang bersalah, para penguasa Saudi dengan tidak tahu malu menolak untuk mengizinkan pembentukan Komite Islam Internasional Pencari Fakta," ujarnya menambahkan.

Kisruh haji antara pemerintah Saudi dan pemerintah Iran tak berhenti sejak tragedi Mina tahun lalu. Kedua pemerintahan saling tuding dan saling melemparkan kesalahan. Sejak Mei lalu, penyelenggara haji Iran mengatakan tak akan bisa mengirim jemaah haji tahun ini karena "sabotase oleh pemerintah Saudi terus berlangsung."

Menteri Luar Negeri Saudi balik menuduh Iran dengan mengatakan mereka minta perlakuan khusus bagi warganya dan mencari dalih untuk mencegah warga Iran memenuhi kewajiban agama.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP