TUTUP
TUTUP
DUNIA

Hillary Ungguli Trump Jelang Pemilu AS

"Jika benar, maka dia menjadi presiden perempuan pertama."
Hillary Ungguli Trump Jelang Pemilu AS
Barack Obama dan Hillary Clinton bersiap menuju pemilihan Presiden AS 2016. (REUTERS/Jim Young)

VIVA.co.id – Kandidat Presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton dan Partai Republik Donald Trump, telah melakukan serangkaian kampanye dan pemilihan pendahuluan (primary) di beberapa negara bagian.

Pengamat sekaligus akademisi dari Northwestern University, Jeffrey Winters mengemukakan, berdasarkan polling saat ini, Hillary Clinton memiliki jumlah suara lebih banyak, yaitu sekitar 70 persen untuk memenangkan kursi kepresidenan dibandingkan Trump.

"Berdasarkan data yang cukup akurat, saat ini Clinton telah memiliki jumlah suara sebanyak 71,3 persen dibandingkan Donald Trump dengan jumlah pemilih sebanyak 28,6 persen. Jika benar demikian, dia akan menjadi presiden perempuan pertama di AS," kata Winters di Jakarta, Selasa, 6 September 2016.

Beberapa waktu lalu, dalam sebuah skema yang menggabungkan jajak pendapat dengan analisis pola suara di bawah skenario pemilu yang berbeda, diperoleh hasil bahwa Clinton memperoleh enam persen poin dukungan lebih tinggi dan 19 negara bagian pendukung lebih banyak dari Trump.

Beberapa negara bagian tersebut terdiri atas populasi yang sangat besar, yang tentunya dapat mempengaruhi hasil pemilu.

Terkait hal ini Winters menjelaskan ada beberapa negara bagian "battleground", yang menjadi negara kunci untuk memenangkan populasi mayoritas.

"Beberapa negara yang menjadi medan perang bagi kandidat presiden AS seperti Pennsylvania, Florida, Ohio, North Carolina, Lowa, Nevada, dan beberapa negara lainnya," ujarnya.

Meski secara geografis negara-negara bagian tersebut tak terlalu luas, namun jumlah populasi penduduk di masing-masing wilayah ini terbilang cukup besar dan sangat mempengaruhi perolehan suara kandidat presiden.

Di samping itu, terdapat pula dua negara bagian yang jumlah populasinya tak terlalu besar, yakni Nebraska dan Maine.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP