TUTUP
TUTUP
DUNIA

Korupsi Jadi Tantangan Pebisnis Kanada di ASEAN

Tantangan lain adalah inkonsistensi penerapan hukum dan regulasi.
Korupsi Jadi Tantangan Pebisnis Kanada di ASEAN
Dubes RI untuk Kanada, Teuku Faizasyah. (Viva.co.id/Dinia Adrianjara)

VIVA.co.id – ASEAN merupakan salah satu mitra penting dalam hubungan perekonomian dengan Kanada. Namun, masih ada beberapa tantangan yang menunda terwujudnya realisasi atas perdagangan dan investasi multilateral ini.

Presiden Canada-ASEAN Business Council (CABC), Wayne Farmer, mengemukakan beberapa tantangan itu. Berdasarkan survei yang dilakukan sebelumnya, tantangan itu antara lain, inkonsistensi penerapan hukum dan regulasi, kesulitan untuk mendapatkan pekerja andal dan terpercaya dengan biaya efisien, korupsi, dan perlakuan istimewa terhadap perusahaan lokal.

"Masih ada beberapa tantangan yang dihadapi pebisnis Kanada di ASEAN. Dalam hal ini kami meyakini melalui rencana Perdagangan Bebas ASEAN dan Kanada, akan membantu setiap negara untuk berfokus pada pengembangan hubungan bisnis. Kamu juga melihat adanya optimisme yang meningkat dari tahun ke tahun," ujar Farmer kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 8 September 2016.

Melalui keterangan persnya, bahwa sebanyak 86 responden yang menjalankan bisnisnya di luar Asia Tenggara mengharapkan kawasan ASEAN untuk terus berkembang seperti kawasan lainnya dalam lima tahun ke depan.

Menanggapi hal ini, Duta Besar Indonesia untuk Kanada, Teuku Faizasyah, mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia, sebagai salah satu anggota ASEAN, terus menunjukkan komitmennya dan membuktikan kepada dunia internasional mengenai perkembangan perekonomian dari waktu ke waktu.

"Forum bisnis ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk menggali potensi dan kesempatan dari para pebisnis Kanada. Saya meyakini bahwa Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar di ASEAN, akan terus menunjukkan komitmennya dan mampu bertumbuh ke arah yang lebih baik," kata Teuku.

Perkembangan investasi Kanada di Asia Tenggara terus berkembang pesat di banyak sektor seperti, minyak dan gas, pertambangan, teknologi, telekomunikasi, agrikultur dan pangan, serta consumer goods. Selain itu, pada tahun 2015 perdagangan barang dua arah antara Kanada dan ASEAN juga tumbuh secara signifikan hingga 13.8 persen menjadi 21.4 miliar dolar Kanada. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP