TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
DUNIA

Pria Ini Hentikan Pembicaraan Rasis dengan Cara Elegan

Ia mendengarkan dua ibu yang membicarakan Aborigin dengan kebencian.
Pria Ini Hentikan Pembicaraan Rasis dengan Cara Elegan
Kalimat di secarik bon ini dianggap sebagai langkah seorang Aborigi yang elegan. (Metro.co.uk)

VIVA.co.id – Saat menikmati secangkir kopi dengan temannya di sebuah kedai di Australia, Jared Wall mendengar dua perempuan lanjut usia membicarakan banyak hal tentang suku Aborigin. Menurut Jared, pembicaraan tersebut sangat tak bernilai, dimana dunia seperti tak bisa menerima perbedaan dan ingin melemparkan mereka yang berbeda ke seluruh penjuru.

Jared, yang keturunan Aborigin merasa gerah dengan percakapan kedua ibu tersebut, yang terdengar penuh kebencian.Namun, alih-alih marah, pria berusia 40 tahun itu malah melakukan cara efektif untuk membuat kedua ibu tersebut terdiam.

Kepada pelayan cafe, Jared memesan dua gelas teh. Ia meminta pelayan mengirimkan dua gelas teh tersebut pada kedua ibu, lengkap dengan bon bertuliskan, "selamat menikmati teh ini. Hadiah dari dua orang Aborigin yang duduk tak jauh dari Anda, di meja 26."

Jared adalah seorang keturunan Aborigin, keluarganya adalah keturunan Wardandi dan Bibbulmun dari sebelah barat Australia. Pria ini lalu membagikan ceritanya itu ke Facebook. Hanya dalam waktu seminggu postingan itu diberi jempol oleh 9.000 pengguna Facebook. Sebagian besar memberi komentar, cara yang dilakukan Jared sangat keren dan elegan.

Merespon komentar tersebut, Jared mengatakan ia lebih memilih untuk memberikan respon positif. Ia mengaku tak bisa melupakan sebuah peristiwa di Kalgoolrie saat terjadi protes yang akhirnya menewaskan seorang remaja pribumi berusia 14 tahun, Elijah Doughty. "Saya yakin, kita bisa memilih cara untuk berdamai dengan konflik," ujarnya seperti dikutip dari Metro, 13 September 2016.

Salah seorang pemberi komentar juga memuji cara Jared. "Pilihan sikap yang sangat keren. Secangkir teh hangat bisa melelehkan hati yang beku," ujar seorang pengguna Facebook.

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP