TUTUP
TUTUP
DUNIA

Pertama Kali, Kurban Idul Adha di KBRI Den Haag

Sebelumnya KBRI Den Haag hanya mengirim bantuan ke Indonesia
Pertama Kali, Kurban Idul Adha di KBRI Den Haag
Salat Idul Adha di KBRI Den Haag Belanda (KBRI Den Haag/Azis Nurwahyudi)

VIVA.co.id – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag, Belanda merayakan Idul Adha di Masjid Al-Hikmah Senin, 12 September 2016.

Tak hanya di dalam, namun juga sampai di halaman masjid dipadati 1.300 kaum muslim di Belanda mengikuti ibadah Salat Idul Adha 1437 H.

Mereka datang dari berbagai kalangan. Dalam keterangan tertulisnya kepada VIVA.co.id, Selasa 13 September 2016, sebagian besar warga negara Indonesia di Belanda, dan sisanya masyarakat muslim yang tinggal sekitar masjid Al-Hikmah, seperti warga Maroko, Turki dan Somalia. Salat Idul Adha dimulai pada pukul 10.00.

Bertindak sebagai khotib adalah KH. Hambali Maksum, dan sebagai imam adalah Abdul Rosyid. Usai salat, Maksum menyampaikan khotbah, yang intinya mengingatkan umat muslim untuk selalu mengamalkan ajaran Nabi Ibrahim tentang ketaatan dan kesabaran dalam menerima  perintah Allah, meningkatkan kepedulian sosial dan semangat kebersamaan kaum muslim.

Rangkaian perayaan Hari Raya Idul Adha dilanjutkan pada pukul 20.00 di Masjid Al-Hikmah Den Haag, dengan pembagian daging hewan korban. Ada delapan ekor kambing yang disumbangkan oleh kaum muslim di Belanda. Salah satunya dari Duta Besar I Gusti A. Wesaka Puja.

Daging korban ini diberikan kepada sekitar 130 orang yang berhak menerima dan kepada jemaah Masjid Al Hikmah Den Haag.   

Dalam sambutannya, Duta Besar Wesaka Puja mengatakan, ibadah korban yang dilaksanakan di Masjid Al-Hikmah Den Haag ini merupakan tradisi baru yang belum pernah dilaksanakan sebelumnya, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Tahun-tahun sebelumnya, KBRI Den Haag menerima sumbangan uang korban dari masyarakat, yang selanjutnya dikirimkan ke Indonesia. Pembelian dan pemotongan hewan korban dilaksanakan di Tanah Air. Daging korban tersebut selanjutnya dibagikan kepada mereka yang berhak menerimanya.

“Tidak semua tradisi baru menimbulkan kontradiksi. Tradisi baru yang kita laksanakan ini justru membawa energi positif. Semoga tradisi baru ini bisa makin memperkokoh semangat kebersamaan warga Indonesia di Belanda," kata Duta Besar.

Sebelum menutup sambutannya, Duta Besar berpesan agar kepedulian pada sesama bisa ditunjukkan dengan keinginan untuk berbagi.

Duta Besar Wesaka Puja selanjutnya memberikan daging korban secara simbolis kepada salah satu warga Indonesia yang tinggal di Belanda. Acara malam itu ditutup sekitar pukul 22.00, setelah pelaksanaan Salat Isya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP