TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
DUNIA

Eksekusi Mati Mary Jane, Keluarga Minta Penjelasan Duterte

“Saya dan keluarga terkejut. Saya merasa hancur".
Eksekusi Mati Mary Jane, Keluarga Minta Penjelasan Duterte
Aksi protes warga Filipina meminta pengampunan bagi terpidana mati Mary Jane Veloso beberapa waktu lalu. (REUTERS)

VIVA.co.id – Keluarga terpidana mati kasus narkoba asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso, mengaku bingung dan sangat terpukul akibat kesimpangsiuran pernyataan antara Presiden Rodrigo Roa Duterte dan Presiden Joko Widodo.

Hal inilah yang membuat pihak keluarga bersedih dan meminta Duterte menjelaskan langsung apa maksud dari pernyataannya tersebut.

“Saya dan keluarga terkejut. Saya merasa hancur. Tidak tahu harus berbuat apa,” kata ibunda Mary Jane, Nanay Celia, seperti dikutip situs BBC, Rabu, 15 September 2016.

Dalam pernyataannya, Presiden Joko Widodo, pada Senin, mengaku bahwa Presiden Duterte mempersilakan pemerintah Indonesia mengeksekusi terpidana mati Mary Jane.

Meski hal itu dibantah Juru Bicara Presiden Filipina, Ernesto Abella. "Presiden (Duterte) hanya berkata ikuti proses hukum di Indonesia. Saya tidak akan ikut campur,” katanya.

Kendati demikian, keluarga Mary Jane meyakini bahwa Presiden Duterte akan membawa kabar baik untuk mereka.

“Karena, ketika dia (Duterte) kembali ke Filipina, dia bilang tidak bisa menyampaikan informasi apa yang didapatnya dari Presiden Widodo. Dia akan sampaikan informasi ini (pembicaraannya dengan Jokowi) secara pribadi kepada kami," ungkap Celia.

Suasana santai perbincangan Jokowi dan Duterte di Istana Negara, 9/9/2016.

Presiden Duterte bersama Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta (Reuters/Darren Whiteside)

Sementara itu, pengacara Mary Jane di Filipina, Edre U Olalia, mengungkapkan pernyataan Presiden Joko Widodo dan Presiden Rodrigo Duterte terkait eksekusi Mary Jane, tidak identik (sama), tetapi tidak pula bertolak belakang.

Lebih jauh lagi, Olalia menilai pernyataan Duterte,”ikuti proses hukum di Indonesia, saya tidak akan ikut campur,” adalah pernyataan yang tidak masuk akal.

Sebab, sebelum bertolak ke luar negeri, Duterte sudah berjanji akan memintakan pengampunan Mary Jane kepada pemerintah Indonesia.

“Tetapi, saat bertemu Presiden Widodo, dia bilang silakan (dieksekusi). Ini tidak masuk akal. Saya minta kedua kepala negara untuk mengklarifikasi langsung pernyataan masing-masing, karena inkonsistensi,” tutur Olalia.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP