Duterte Izinkan Jokowi Ledakkan Kapal Pembajak

Suasana santai perbincangan Jokowi dan Duterte di Istana Negara, Jakarta.
Sumber :
  • Reuters/Darren Whiteside

VIVA.co.id – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengakui, pembajakan adalah masalah besar. Itu sebabnya saat berkunjung ke Indonesia ia mengatakan pada Jokowi, pasukan Indonesia boleh mengejar bajak laut dan memasuki perairan Filipina.

Ternyata TNI Ikut Terlibat Selamatkan 4 WNI yang Diculik Abu Sayyaf

Duterte mengatakan, ia menyesal karena pengiriman batu bara untuk pembangkit-pembngkit listrik di Filipina jadi terhambat karena aksi pembajakan.

"Jika pasukan Indonesia mengejar bajak laut dan memasuki perairan Filipina, mereka boleh terus maju dan menembaknya," ujar Duterte. "Itu kata-kata saya kepada Widodo. Saya bilang, ledakkan saja mereka," ujarnya menambahkan.

Anggota DPR Respons Penyelamatan 3 WNI yang Diculik Abu Sayyaf

"Tapi jika ada ikan-ikan hiu, lemparkan saja mereka ke ikan hiu," kata Duterte, seperti dikutip dari Voice of America, 13 September 2016.

Sejak Mei lalu, Indonesia, Malaysia dan Filipina sepakat untuk melakukan patroli bersama. Saat mengunjungi Jakarta pada Jumat, 9 September 2016, Duterte juga membicarakan soal pembajakan dan isu keamanan antara Indonesia dan Filipina. Hingga saat ini masih ada sembilan WNI yang berada dalam penyanderaan kelompok militan Abus Sayyaf di Filipina selatan.

Seorang WNI yang Diculik Abu Sayyaf Belum Diketahui Nasibnya

(mus)

Ilustrasi - Karyawan memeriksa kondisi suhu envirotainer berisi bahan baku vaksin COVID-19 buatan Sinovac saat tiba di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Minggu, 20 Juni 2021.

Kaleidoskop 2021: Lonjakan COVID-19, KRI Nanggala hingga Herry Cabul

Sepanjang 2021, terjadi berbagai peristiwa yang menjadi perhatian, mulai dari lonjakan kasus COVID-19, tenggelamnya KRI Nanggala-402 hingga terkuaknya kasus asusila.

img_title
VIVA.co.id
24 Desember 2021