TUTUP
TUTUP
DUNIA

Gunung Api Terbesar di Jepang Siap Meletus

Letusan besar terjadi 140 tahun yang lalu.
Gunung Api Terbesar di Jepang Siap Meletus
Erupsi gunung berapi/Ilustrasi. (YouTube)

VIVA.co.id – Salah satu gunung berapi yang aktif di Jepang sedang menunggu waktu untuk erupsi besar. Diperkirakan kurang dari 30 tahun mendatang, letusan ini akan menjadi letusan terbesar.

Sebuah laporan mengenai aktivitas gunung tersebut dipublikasikan pada Selasa, 13 September 2016, oleh tim ilmuwan yang melakukan penelitian atas gunung berapi tersebut. Tim ini melibatkan anggota dari Universitas Bristol dan Pusat Penelitian Gunung Berapi Sakurajima.

Gunung berapi Sakurajima berlokasi di Kepulauan Kyushu sedang menunjukkan aktivitas yang meningkat. Gunung tersebut berlokasi sekitar 49 km dari reaktor nuklir Sendai.

Gunung ini juga berlokasi tak jauh dari kota Kagoshima, sebuah kota dengan penghuni sekitar 600.000 jiwa. Gunung berapi ini terakhir meletus pada tahun 1914, di mana 58 orang tewas akibat erupsi tersebut.

"Tahun 1914 erupsi gunung tersebut melontarkan materi dengan volume hingga 1,5 juta kubik," ujar Ketua Tim Peneliti Dr. James Hickey seperti dikutip dari BBC, Rabu, 14 September 2016.

"Dari data yang kami miliki, dibutuhkan waktu selama 130 tahun untuk gunung tersebut untuk menyimpan material dalam magma untuk erupsi berikutnya dengan kekuatan yang sama. Itu artinya, sekitar 25 tahun lagi.” 

Menurut penelitian tersebut, magma yang tersimpan berjumlah 14 juta kubik setiap tahun. Jumlah ini sangat besar. Mereka menambahkan, akumulasi magma tersebut lebih cepat dari yang mereka perkirakan. Berdasarkan itu, peneliti memperkirakan letusan besar akan terjadi sekitar 30 tahun lagi.

Menyadari hasil penelitian tersebut, Dr Haruhisa Nakamichi, Kepala Penelitian pada Tim Peneliti Pencegahan Bencana Universitas Kyoto mengatakan, "Kita sudah melalui 100 tahun sejak letusan besar pada tahun 1941. Kurang dari 30 tahun lagi kita akan mengulang letusan besar tersebut."

"Pemerintah kota Kagoshima telah menyiapkan rencana evakuasi yang baru untuk menghadapi letusan Sakurajima," ujarnya. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP