TUTUP
TUTUP
DUNIA

Dubes AS untuk PBB Sebut Rusia Bertindak Barbar

AS terus menuduh Rusia sebagai pelaku serangan udara di Suriah.
Dubes AS untuk PBB Sebut Rusia Bertindak Barbar
Kondisi Suriah saat ini.  (REUTERS/Abdalrhman Ismail)

VIVA.co.id – Duta Besar AS untuk PBB menuduh Rusia melakukan tindakan barbar dalam pemboman di Aleppo, Suriah. Ia meminta Rusia mengakui tuduhan itu.

Saat pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, Samantha Power mengatakan Rusia telah berbohong kepada PBB tentang apa yang mereka lakukan di Suriah.  Dia mengatakan, Rusia dan Rezim Suriah telah melakukan hal-hal kotor, selayak dengan membuang sampah, di negara yang selama ini menjadi ikon Timur Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, Samantha Power mengatakan bahwa Rusia, yang mendukung rezim Suriah dibawah pimpinan Bashar al-Assad mengatakan, sebenarna memiliki kekuatan untuk menghentikan penderitaan ini. "Namun bukan mendamaikan, Rusia dan Assad malah menciptakan perang. Dibanding membiarkan bantuan kemanusiaan untuk mempertahankan hidup di Suriah, Rusia dan Assad malah mengebom rumah sakit dan pekerja kemanusiaan,"ujarnya, seperti diberitakan oleh Reuters, Senin, 29 Maret 2016.

Rusia mengatakan, militer Suriah sedang melakukan upaya untuk mengusir teroris dari Aleppo, dan itu mungkin merugikan warga setempat. Duta Besar Rusia Vitaly Churkin tak menjelaskan bagaimana keterlibatan Rusia. Namun ia mengatakan, saat ini sudah nyaris mustahil untuk membawa perdamaian di Suriah. Ia juga menuduh kelompok bersenjata melakukan sabotase dalam proses gencatan senjata.

Power juga menuduh Rusia sengaja menyiapkan serangan udara untuk menyerang wilayah timur Aleppo, bahkan meski pada saat yang sama Menlu Rusa Sergei Lavrov mengatakan pada PBB, Rusia komit untuk menciptakan perdamaian. "Kami meminta Dewan Keamanan agar berani untuk mengatakan, siapa yang bertanggungjawab dan meminta Rusia untuk berhenti" ujarnya menambahkan.

Beberapa perwakilan dalam pertemuan tersebut sepakat, Rusia mungkin telah melakukan kejahatan perang dengan menjatuhkan bom pada konvoi kemanusiaan dekat Aleppo, pada Senin, pekan lalu..Namun Rusia terus membantah tuduhan tersebut.

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP