TUTUP
TUTUP
DUNIA

Gudang Senjata Abu Sayyaf Dekat Markas Polisi Filipina

Pemasoknya calon wakil kepala daerah Sulu yang kalah dalam pemilu.
Gudang Senjata Abu Sayyaf Dekat Markas Polisi Filipina
Kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina Selatan. (www.worldbulletin.net)

VIVA.co.id – Kepolisian Nasional Filipina menemukan gudang senjata pemasok kelompok bandit Abu Sayyaf senilai 6 juta peso atau sekitar Rp1,64 miliar, di Provinsi Sulu, Filipina Selatan.

Melansir situs Inquirer, Selasa, 27 September 2016, di dalam gudang senjata, polisi menyita kotak-kotak berisi peluncur granat M203, senapan serbu M14 dan M16, serta ribuan amunisi.

Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Ronald 'Bato' Dela Rosa, mengatakan seluruh senjata ini dipasok oleh Unding Kenneth Isa, mantan calon Wakil Gubernur Sulu yang kalah dalam pemilu kepala daerah Mei lalu, bersama tiga kaki tangannya di Barangay (Desa) West Crame, San Juan City, Sulu, pada Sabtu lalu.

Ironisnya, lokasi gudang senjata ini dekat dengan markas Polisi Filipina di Camp Crame. "Kami mendapat laporan bahwa senjata-senjata ini dipasok ke kelompok Abu Sayyaf melalui sindikat perdagangan senjata gelap," kata Dela Rosa, di Markas Polisi Filipina Camp Crame, San Juan City.

Menurutnya, kotak-kotak yang berisi amunisi ini diberi label 'Gov't Arsenal DND," mengacu pada Departemen Pertahanan Nasional (DND) Filipina.

Dela mengatakan sebagian besar amunisi yang disita telah ditelusuri kembali ke gudang senjata milik pemerintah.

"Kami menduga bahwa mereka memiliki kontak dalam divisi persenjataan pemerintah. Karena anehnya, bagaimana semua amunisi ini bisa keluar dengan bebas jika mereka tidak memiliki kontak orang dalam," ungkapnya.

Operasi penemuan gudang senjata ini berasal dari penelusuran pihak Bareskrim Polisi Filipina (CIDG) sejak Juli lalu.

Saat itu, Isa dan seorang bernama Wahid, penduduk asli Indanan, Sulu, diketahui memasok senjata ke kelompok bandit Abu Sayyaf dan pimpinan perang di Wilayah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM).

Jalur distribusi senjata dimulai dari Manila ke Zamboanga, kemudian ke Jolo, Sulu, dengan menggunakan kendaraan SUV.

CIDG juga mengungkapkan bahwa pada Agustus, Isa, Wahid dan beberapa anggota Abu Sayyaf terendus berada di Manila untuk membeli peluncur granat M203 dan senapan M14, komponen bahan peledak serta ribuan amunisi, atas perintah dari komandan Abu Sayyaf.

"Kami menduga Abu Sayyaf kini memperkuat persenjataan mereka untuk melawan habis-habisan pasukan pemerintah di Sulu dan Basilan. Mereka juga mengintensifkan penculikan dan pemboman yang menjadi bagian dari operasi mereka," kata Dela Rosa. (ase)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP