TUTUP
TUTUP
DUNIA

Kekayaan Trump Anjlok 10 Triliun dalam Setahun

Pernyataannya soal Meksiko juga berpengaruh bagi bisnisnya.
Kekayaan Trump Anjlok 10 Triliun dalam Setahun
Hotel bertaraf internasional milik Donald Trump di Washington DC, AS. ( REUTERS/Kevin Lamarque)

VIVA.co.id – Ambisi Donald Trump untuk menuju kursi tertinggi kekuasaan di Amerika Serikat terus mendapat sorotan. Kali ini Forbes, sebuah majalah bisnis mengungkapkan betapa cepatnya kekayaan Trump anjlok.

Diberitakan oleh BBC, 29 September 2016, yang mengutip Forbes, hanya dalam hitungan satu tahun, yaitu dari 2015 hingga 2016, Trump kehilangan kekayaannya hingga US$800 juta atau sekitar Rp10,3 triliun. Menurut Forbes, kondisi itu terjadi akibat lesunya pasar properti di New York.

Forbes telah menaksir kekayaan Trump selama 30 tahun. Dari 28 gedung yang ditinjau Forbes, 18 diantaranya mengalami kemerosotan nilai. Salah satunya adalah Trump Tower di kawasan elit Fifth Avenue, Manhattan. Gedung lain milik Trump yang mengalami kemerosotan nilai antara lain 40 Wall Street dan klub pribadi Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida. Hanya tujuh properti milik Trump yang meningkat harganya.

Saat debat kandidat Presiden AS, Selasa, 27 September 2017, Trump sempat memamerkan kekayaannya. Ketika itu ia mengatakan, "Saya punya pendapatan yang luar biasa. Dan sudah saatnya negara ini memiliki seseorang dalam pemerintahan yang memiliki pemikiran soal uang."

Sejak awal, tim kampanye Trump selalu mengagungkannya dengan meyakinkan publik bahwa Trump mampu mendanai sendiri kampanyenya. Trump tak akan terikat dengan donatur-donatur kelas kakap. Sejauh ini, Forbes memperkirakan, Trump telah menggunakan uang pribadinya hingga US$50 juta atau sekitar Rp647 miliar untuk kepentingan kampanye. Cara yang ia lakukan untuk berhemat adalah dengan menempatkan kantor tim kampanye di Trump Tower.

Forbes memperkirakan, pernyataan kontroversial Trump tentang imigran Meksiko saat berkampanye membuat pria berusia 70 tahun itu kehilangan US$100 juta atau sebesar Rp1,2 triliun. Uang itu menguap karena berbagai perjanjian bisnis yang dibatalkan sejumlah pihak, seperti NBC Universal, Univision, dan Macy's.

 

(ren)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP