TUTUP
TUTUP
DUNIA

TNI Gelar Latihan Militer di Natuna

Kemlu pastikan tak ada maksud tertentu.
TNI Gelar Latihan Militer di Natuna
Kepulauan Natuna (ANTARA/Widodo S. Jusuf)

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo dengan didamping oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Sekretaris Kabiner Pramono Anung pagi ini bertolak dari Lanud Halim Perdana Kusuma menuju Natuna.

Di sana, Presiden Jokowi langsung meninjau static show peralatan tempur di Bandar Udara Ranai, Kabupaten Natuna, untuk melihat Pesawat Sukhoi SU-27/30 yang menjadi salah satu peralatan tempur TNI.

Angkatan Udara Angkasa Yudha pekan ini mengadakan latihan militer di wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau. Latihan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT TNI ke-71. Menurut laman Reuters, diperkirakan lebih dari 2.000 personel Angkatan Udara mengambil bagian dalam latihan yang dilaksanakan selama dua minggu ini. Sejumlah pesawat tempur seperti Sukhoi Rusia dan jet tempur F-16 juga terlibat dalam latihan tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir memastikan bahwa latihan rutin yang dilakukan oleh TNI ini merupakan latihan biasa yang dilakukan di wilayah kedaulatan Indonesia.

"Latihan militer ini dilakukan di wilayah Indonesia dan merupakan latihan biasa. Tidak ada maksud tertentu atau sesuatu yang spesial dalam latihan kali ini. Yang pasti kegiatan ini dilakukan berbarengan dengan ulang tahun TNI," kata Arrmanatha kepada wartawan di Gedung Kemlu, Kamis, 6 Oktober 2016.

Seperti diketahui, perairan Natuna merupakan wilayah kedaulatan Indonesia yang berbatasan dengan Laut China Selatan. Dalam hal ini, Indonesia tidak memiliki overlapping claim atau klaim tumpang tindih di wilayah tersebut. Adapun beberapa negara yang bersengketa dengan China atas Laut China Selatan antara lain Filipina, Malaysia dan Vietnam.

"Dimana pun kita melakukan latihan militer, pasti berbatasan dengan negara tetangga di sekitar kita. Soal aspek dimana latihan itu akan dilakukan, yang menentukan adalah pihak TNI. Saya rasa TNI lebih memahami kawasan mana yang dibutuhkan untuk latihan tersebut," ujar Arrmanatha.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP