TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
DUNIA

Meski Sadis, Ternyata Duterte Tetap Dicinta

64 Persen warga Filipina memberi penilaian sangat baik.
Meski Sadis, Ternyata Duterte Tetap Dicinta
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (REUTERS/Lean Daval Jr)

VIVA.co.id – Evaluasi atas kepemimpinan Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang telah berjalan selama 90 hari, memberi hasil mengejutkan. Duterte mendapat nilai "sangat baik".

Penilaian tersebut disampaikan lembaga survey Social Weather Stations (SWS). Lembaga ini melakukan polling mengenai tingkat kepuasan warga Filipina atas 90 hari pemerintahan Duterte. Dari 1.200 orang Filipina yang disurvei, hanya 11 persen yang mengaku tak puas dengan kepemimpinan Duterte.

Sementara yang memberi penilaian dengan tingkat kepuasan bersih mencapai 64 persen. Angka ini melampaui semua presiden Filipina sebelumnya, termasuk Benigno Aquino, Joseph Estrada, dan Gloria Macapagal Arroyo. Angka ini hanya sedikit lebih rendah dari yang pernah diperoleh Fidel Ramos tahun 1992.

Diberitakan oleh Reuters, 6 Oktober 2016, survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka yang diadakan pada 24-27 September, atau setelah Duterte bertengkar dengan Presiden AS Barack Obama yang mengkritik kampanye anti drugs, dan sebelum Duterte mengatakan sedang menjajaki aliansi dengan China dan Rusia.

Survei lain pernah diadakan lembaga yang berbeda, satu bulan setelah Duterte menjabat. Saat itu, lembaga survei Pulse Asia mengatakan, tingkat kepuasan warga saat satu bulan Duterte memimpin sangat tinggi. Saat itu, bahkan 91 persen warga Filipina sangat mempercayai Duterte.

Duterte menang besar dalam pemilu yang diadakan pada 9 Mei 2016. Sejak awal ia selalu menjanjikan akan membebaskan Filipina dari kriminalitas, termasuk, narkoba, pemerkosaan, dan perampokan. Ia dianggap sukses melakukannya di kota Davao, saat ia menjadi walikota Davao. Sejak terpilih Duterte berjanji akan memerangi penjahat narkoba.

Hingga saat ini, sudah lebih dari 3.400 orang di Filipina meninggal setiap hari karena terbunuh. Duterte juga mencela Uni Eropa dan Amerika Serikat karena meminta menghentikan pengadilan jalanan. Ia mengaku siap merapat ke Rusia dan China.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP