TUTUP
TUTUP
DUNIA

Korut Akan Beri Kejutan Jelang Perayaan Partai Buruh

Partai Buruh Korut rayakan hari jadi ke-71 pada 10 Oktober.
Korut Akan Beri Kejutan Jelang Perayaan Partai Buruh
Rudal Korut (REUTERS/KCNA)

VIVA.co.id – Menjelang perayaan Partai Buruh ke-71, 10 Oktober 2016, Korea Utara sedang menyiapkan 'hadiah spesial'.

Gambar citra satelit menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas di situs uji coba nuklir Punggye-ri. Menurut kelompok pengawas Korea Utara, The 38 North, negeri komunis itu tengah mempersiapkan uji coba nuklir terbaru.

The 38 North adalah kelompok pengawas yang dijalankan oleh John Hopkins University School of Advanced International Studies. Korea Utara diyakini siap melakukan uji coba nuklir, bersamaan dengan hari jadi Partai Buruh negara Kim Jong-un itu.

"Salah satu alasan yang mungkin (terjadi) untuk kegiatan ini adalah mengumpulkan data uji coba nuklir terakhir tanggal 9 September lalu. Meskipun tujuan lainnya tidak dapat dikesampingkan," kata The 38 North, seperti dikutip situs Reuters, Jumat, 7 Oktober 2016.

Selain itu, sejumlah kegiatan terlihat di tiga kompleks terowongan lokasi uji coba nuklir yang melibatkan kendaraan besar dan personil. Mereka memperkirakan, uji coba nuklir akan dilakukan di bawah tanah.

Pada Januari tahun ini, telah dilakukan uji coba nuklir, dan bulan lalu uji coba yang kelima dan terbesar keempat, oleh Korea Utara.

Namun, Juru Bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan, Jeong Joon-hee, menyebut belum ada indikasi tertentu mengenai rencana uji coba nuklir bertepatan dengan perayaan 10 Oktober.

Sementara, kantor berita Korea Selatan, Yonhap, mengutip seorang pejabat pemerintah Korea Selatan, bahwa terdapat kegiatan di stasiun peluncuran roket Korea Utara dekat pantai barat yang diduga menjadi tempat peluncuran rudal jarak jauh.

Situs uji coba nuklir Punggye-ri milik Korea Utara.

Situs uji coba nuklir Korut (Air Defense & Space/38 North).

Melihat situasi ini, Jepang mengatakan kemungkinan besar "tindakan provokatif" oleh Korea Utara tidak bisa dikesampingkan.

Menteri Pertahanan Jepang, Tomomi Inada, tidak menampik jika hal tersebut menjadi kenyataan yang harus diwaspadai tingkat tinggi.

"Pemerintah akan mengambil semua tindakan. Mulai dari pengumpulan informasi, meningkatkan kewaspadaan serta mengambil kegiatan pengawasan. Ini semua untuk menanggapi situasi apa pun," ungkap Inada.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP