TUTUP
TUTUP
DUNIA

Empati Pada Perempuan, Tiga Pejabat Jepang Pura-pura Hamil

Mereka merasakan beratnya pekerjaan perempuan, apalagi saat hamil.
Empati Pada Perempuan, Tiga Pejabat Jepang Pura-pura Hamil
Yoshinori Yamaguchi, Gubernur Saga, mencoba rompi hamil. (Reuters)

VIVA.co.id – Di Jepang, perempuan memiliki waktu bekerja di rumah lima kali lebih banyak dibanding laki-laki. Dalam rangka mengingatkan kaum Adam untuk berbagi tugas rumah tangga, tiga gubernur di Jepang ini berpura-pura hamil.

Ketiga pejabat itu merekam aksinya menggunakan video. Ketiganya mengenakan rompi dengan berat sekitar tujuh kilogram, atau setara dengan usia kehamilan tujuh bulan. Sabuk itu juga dibuat membuncit, sehingga terkesan ketiganya sedang hamil. Video bertajuk "Gubernur adalah Perempuan Hamil," tersebut diluncurkan sejak September lalu dan terus disebarluaskan.

Ide kampanye video tersebut berasal dari Kyushu Yamaguchi Work Life Promotion. Kelompok ini berharap bisa menggugah pria Jepang yang gila kerja untuk membuat hidup mereka lebih seimbang dan berbagi pekerjaan rumah tangga dengan istri-istri mereka.

Ketiga Gubernur itu lalu berjalan di jalan raya, naik turun tangga, dan berjuang menekan perut mereka saat akan masuk ke dalam mobil. Satu gubernur, berusaha memakai kaos kaki sendiri, dan akhirnya menyerah karena kelelahan. Sementara yang lainnya mengaku ditawarkan untuk duduk di dalam bus.

"Ini sungguh terasa berat pada bahu dan punggung,"ujar Shunji Kono, Gubernur perfektur Miyazaki, seperti dikutip dari Japan Times, 17 Oktober 2016. Ayah tiga anak itu mengaku sangat kelelahan mengenakan sabuk hamil tersebut.

Sementara Tsugamasa Muraoka, Gubernur Yamaguchi mengaku sebelumnya tak pernah benar-benar bisa mengerti apa yang dirasakan istrinya. "Sekarang saya bisa memahami, apa yang sudah dialami istri saya selama berbulan-bulan. Saya sangat bersyukur," ujarnya.

Sebuah survei yang dilakukan oleh OECD (Organisasi negara-negara kaya yang dipimpin oleh AS dan Eropa) pada tahun 2014 memberikan fakta, pria Jepang paling tak peduli pada urusan rumah tangga. Mereka hanya mampu melakukan satu jam pekerjaan rumah, sementara istri-istri mereka melakukannya minimal selama lima jam.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP